KAI Persingkat Layanan, Cetak Tiket Mandiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mencetak tiket mandiri, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Maret 2015. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, harga tiket kereta api naik 30-60 persen. ANTARA/ M Agung Rajasa

    Sejumlah penumpang mencetak tiket mandiri, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Maret 2015. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, harga tiket kereta api naik 30-60 persen. ANTARA/ M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi membuat pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api kian mudah mendapatkan tiket.

    Hal itu juga yang dirasakan Purwadi, pemudik tujuan Kutoarjo. Menurutnya, saat ini semakin mudah untuk mendapatkan tiket.

    Cukup dengan memesannya melalui internet, penumpang bisa langsung mendapatkan tiket yang diinginkan. Setelah melakukan pembayaran, tiket, ujar Purwadi, bisa didapatkan sendiri melalui anjungan cetak tiket mandiri.

    Dia menganggap cara seperti ini memangkas waktu dan tenaga. Purwadi yang setiap tahun mudik menggunakan si kuda besi itu mengaku tak perlu datang dari pagi hari tanpa memiliki kejelasan soal tiket yang tersedia.

    "Ya sekarang semakin baik. Kalau dulu, sebelum sistem online ada kan harus ngantre manual dari pagi juga belum tentu dapat tiket," ujarnya kepada Bisnis.com, Sabtu (11 Juli 2015).

    Selain petunjuk penggunaan mesin cetak tiket mandirinya mudah, kehadiran petugas yang siap membantu pun mempermudah para calon penumpang kereta api.

    Oleh karena itu, dia pun merasa senang dengan perbaikan pelayanan di tubuh PT KAI yang membuat perjalanan dengan kereta api semakin manusiawi.

    Dari tujuh mesin yang tersedia, paling tidak terdapat hingga empat petugas yang siaga menjawab pertanyaan penumpang.

    "Semakin bagus pelayanannya. Menggunakan mesinnya juga mudah. Terus, banyak juga petugas yang membantu," katanya.

    BISNIS.COM

     

     

     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.