Pengusaha Cenderung Pasif Ruang Gerak Kurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja PT.KMK Global Sport mengerjakan pembuatan alas kaki di pabrik kawasan industri Cikupa Mas, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/8). ANTARA/Lucky.R

    Pekerja PT.KMK Global Sport mengerjakan pembuatan alas kaki di pabrik kawasan industri Cikupa Mas, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/8). ANTARA/Lucky.R

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Natsir Mansyur menjelaskan, sikap pelaku usaha yang cenderung pasif selama ini dilakukan karena tidak adanya ruang gerak yang leluasa.

    Menurutnya, banyak regulasi di tingkat kementerian yang tidak berpihak ke pengusaha. Hal inilah yang menyebabkan pelaku usaha masih wait and see sembari menunggu langkah aktif pemerintah terkait pembenahan regulasi.

    Hal ini dikatakan Natsir terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengkritik sikap pelaku usaha yang cenderung wait and see selama ini.

    "Kalau presiden sudah komitmen, tapi bawahannya tidak mendukung ya sama saja. Selama ini yang membuat kami wait and see adalah regulasi yang banyak tidak pro ke pengusaha," katanya, Jumat (10 Juli 2015).

    Pada dasarnya, Natsir sepakat dengan Presiden Jokowi, di mana pembangunan dan peningkatan ekonomi membutuhkan peran swasta. Namun pemerintah juga harus menjamin kelancaran aksi dan keamanan investasi swasta di Tanah Air sehingga dunia usaha bisa berjalan dengan baik.

    "Kalau komitmen pemerintah diwujudkan dalam bentuk regulasi dan ruang gerak kami lebih leluasa maka keinginan presiden akan mudah terlaksana."

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.