Jelang Lebaran, Mendag Pantau Harga di Pasar Kramat Jati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang sayuran menjajakan dagangannya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Pemprov DKI Jakarta akan menjadikan Pasar Kramat Jati menjadi lokasi binaan. TEMPO/Subekti

    Pedagang sayuran menjajakan dagangannya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Pemprov DKI Jakarta akan menjadikan Pasar Kramat Jati menjadi lokasi binaan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia secara khusus memantau perkembangan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

    "Harga rata-rata kebutuhan pokok nasional masih stabil," kata Rachmat saat melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat dinihari, 10 Juli 2015.

    Rachmat mengimbau pedagang tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu perekonomian dengan menaikkan harga terlalu tinggi dengan menjadikan momentum Ramadan dan Lebaran untuk meraup keuntungan yang tinggi.

    "Saya mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi karena itu akan berpengaruh kepada inflasi," kata Rachmat.

    Rachmat juga menyempatkan diri untuk melakukan tanya jawab dengan para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati. Beberapa hal yang ditanyakan terkait kestabilan harga, pasokan barang, dan juga terkait rencana mudik para pedagang.

    Sementara itu, salah seorang pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Anas Sarnil, mengatakan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan terakhir pasokan bawang putih dalam kondisi yang stabil.

    "Jika pasokan kurang, maka harga mahal. Selama tiga bulan ini stabil," ujar Anas.

    Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, di Pasar Induk Kramat Jati pasokan cabai mengalami penurunan sebesar 5,88 persen menjadi 80 ton jika dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar 85 ton per hari.

    Untuk pasokan normal, berkisar antara 150-200 ton per hari dan dengan adanya penurunan pasokan tersebut menyebabkan kenaikan harga cabai.

    Harga cabai merah keriting mengalami kenaikan 12 persen dari sebelumnya Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 28.000 per kilogram. Cabai besar merah naik 9,09 persen dari Rp 22.000 per kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram

    Sementara untuk bawang merah dan bawang putih masih termonitor stabil di harga Rp 16.000 dan Rp 18.000 per kilogram.

    Untuk nasional, jika dibandingkan dengan harga minggu lalu cenderung mengalami penurunan. Seperti gula pasir dari sebelumnya Rp 13.125 per kilogram menjadi Rp 13.010 per kilogram atau turun 0,88 persen, minyak goreng curah dari Rp 11.260 per liter menjadi Rp 11.220 per liter, dan tepung terigu dari Rp 8.940 per kilo menjadi Rp 8.920 per kilogram.

    Sementara untuk komoditas lain, seperti beras, kedelai impor, daging sapi, daging ayam ras, cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan bervariasi pada kisaran 0,05 hingga 12,09 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.