Terpapar Abu Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup Empat Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Grand Caravan milik maskapai penerbangan Sky Aviation dalam penerbangan perdana di Bandara Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Seno S

    Pesawat Grand Caravan milik maskapai penerbangan Sky Aviation dalam penerbangan perdana di Bandara Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Seno S

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, hari ini ditutup mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Penutupan tersebut dilakukan karena landasan pacu bandara itu terpapar abu vulkanis dari Gunung Raung.

    Kepala Bandara Blimbingsari, Sigit Widodo, mengatakan bandara itu terpapar abu vulkanis sejak Kamis malam, 9 Juli 2015, sekitar pukul 21.00 WIB. "Semalam kami cek landasan pacu sudah ada lapisan tipis abu vulkanis," kata Sigit, Jumat pagi, 10 Juli 2015.

    Selama waktu penutupan tersebut, hanya ada penerbangan dari tiga sekolah pilot. Sedangkan penerbangan komersial dari maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi baru akan dibuka pada pukul 13.00 WIB.

     Baca juga:
    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...
    Pria Sydney Akhirnya Bongkar Peran Putri Margriet

    Namun, kata Sigit, otoritas Bandara Blimbingsari masih akan melakukan evaluasi apakah akan memperpanjang waktu penutupan atau membukanya kembali. Sebab, dari pantauan pagi ini, masih ditemukan paparan abu vulkanis di Bandara. "Embusan asap Gunung Raung pagi ini mengarah ke Bandara," katanya.

    Lima bandara ditutup karena terpapar debu vulkanis dari Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur, yang tengah aktif. Penutupan berlaku pada Jumat, 10 Juli 2015.

    Kelima bandara tersebut yakni Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember.

    "Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan lima notam (notice  to airmen) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," kata juru bicara Kementerian Perhubungan J.A. Barata dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat dinihari, 10 Juli 2015.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.