Ekonomi Melambat, Ketua ISEI: Pemerintah Terlambat Bereaksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darmin Nasution. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Darmin Nasution. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Darmin Nasution mengatakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia adalah turunnya tingkat konsumsi masyarakat yang disebabkan harga jual yang semakin tinggi karena inflasi. 

    "Pertumbuhan penjualan semen ataupun kendaraan bermotor itu memang menurun," ujar Darmin dalam pidato pembuka Kongres ISEI XIX di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Juli 2015.

    Menurut Darmin, pemerintah saat ini terlambat bereaksi dalam menghadapi persoalan ekonomi Indonesia. "Kelihatannya kita terlambat bereaksi untuk mengantisipasi. Agak miss timing-nya," katanya.

    Akibatnya, kata Darmin, publik menilai kinerja pemerintahan Jokowi tidak begitu bagus. "Sehingga masyarakat menganggap pemerintah tidak menggembirakan," tuturnya.

    Diharapkan dialog ISEI tersebut bisa menjembatani persoalan ekonomi Indonesia saat ini. Pemerintah, kata dia, harus mampu mengatasi persoalan ekonomi yang saat ini sedang melemah. "APBN bisa menjadi stimulus untuk menangkal dampak negatifnya," ucapnya.

    ISEI menggelar seminar nasional dalam rangka Kongres ISEI XIX dengan tema "Menghidupkan Kembali Sektor Industri sebagai Penggerak Ekonomi Nasional". Hadir dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur BI, Ketua Umum Kadin, dan para menteri Kabinet Kerja.

    Darmin Nasution mengatakan acara ini bertujuan mengungkap masalah perlambatan ekonomi yang saat ini dialami Indonesia. Diharapkan Presiden Jokowi juga bisa memberikan jawaban atas permasalahan tersebut. "Di sini kami menyampaikan permasalahan ekonomi Indonesia dewasa ini," katanya.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?