Kereta Kaligung Mas Punya Interior Baru Bernuansa Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menunggu pemberangkatan kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa, Semarang, Jateng, 28 Desember 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang anak menunggu pemberangkatan kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa, Semarang, Jateng, 28 Desember 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia daerah operasional 4 Semarang merevitalisasi kereta lokal Kaligung Mas menjadi kereta yang unik dan menawan. Kereta yang telah beroperasi sejak awal tahun 2008 lalu ini kini dimodifikasi dengan tampilkan resto bernuansa khas Jawa dan bahan baku kayu bekas sisa bantalan rel.

    “Tampilan interiornya lebih Njawani. Ini untuk memanjakan penumpang kereta lokal yang tak sekedar menikmati perjalanan tapi kenyamanan,” kata Kepala PT KAI daerah operasional 4 Semarang, Sucipto Susilo Hadi, saat launching kereta Kaligung Mas hasil revitalisasi di Stasiun Poncol, Kamis 9 Juli 2015.

    Sucipto menilai, meski kereta hasil revitalisasi itu kelas ekonomi, namun ia yakin animo penumpang menggunakan kereta Kaligung Mas yang baru ini tinggi. Apa lagi menurut dia, interior resto kereta sengaja dimodifikasi seperti memasuki rumah khas daerah pantai utara Jawa yang identik dengan ukiran dan kayu tua.

    “Kami juga menggunakan bahan ramah lingkungan mengadopsi dari contoh interior kereta shinkanshen tsube- JR kyushu – Sonic di Jepang,” kata Sucipto.

    Tercatat penggunaan bahan baku interior kereta hasil revitaliasi ini menggunakan kayu bekas bantalan rel, termasuk meja dan kursi di resto serta aksesoris seperti figura dan dan dinding kereta. Naik kereta ini mengajak kita benar-benar kembali ke kampung halaman Jawa pantai utara.

    Kereta Kaligung Mas merupakan kereta ekonomi lokal tujuan Semarang-Tegal, dengan jadwal empat kali perjalanan sehari. Tiket kereta enam gerbong itu cenderung bersahabat, hanya Rp 50 ribu untuk sekali perjalanan.

    Menurut Sucipto tahun 2014 lalu kereta Kaligung Mas mampu mengangkut 905.892 orang. Dengan rata-rata okupansi mencapai 70 orang. Tahun ini diperkirakan meningkat karena kereta mulai direvitalsiasi dengan nuansa interior yang khas seusai dengan kultur penumpang lokal. “Saya yakin minat pengguna kereta ini tinggi,” kata Sucipto.

    EDI FAISOL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.