Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Tertolong Musim Panen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh tani mengumpulkan karung gabah basah panen yang akan dibawa menyeberangi Sungai Citarik dari Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, 3 Maret 2015. Harga beras naik sampai 30 persen, dimana pemerintah tidak akan impor karena panen raya akan segera tiba. TEMPO/Prima Mulia

    Buruh tani mengumpulkan karung gabah basah panen yang akan dibawa menyeberangi Sungai Citarik dari Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, 3 Maret 2015. Harga beras naik sampai 30 persen, dimana pemerintah tidak akan impor karena panen raya akan segera tiba. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Rosmaya Hadi mengatakan, tren pelambatan yang terjadi sejak Triwulan /2015 di JawaBarat diperkirakan bakal tertahan. “Periode Triwulan II/2015 ini masuk musim panen, sehingga inilah yang membantu,” kata dia di Bandung, Rabu, 8 Juli 2015.

    Rosmaya mengatakan, musim panen sejumlah komoditas pertanian di Triwulan II/2015 ini menahan tren pelambatan. “Musim panen tahun ini mendorong sektor pertanian yang kemudian menahan pelambatah ekonomi,” kata dia.

    Menurut Rosmaya, lembaganya memperkirakan konsumsi dan investasi mulai tumbuh kendati terbatas. “Sementara kinerja ekspor diperkirakan masih terahambat seiring masih rendahnay harga komoditas utama di dunia internasional,” kata dia.

    Rosamaya mengatakan, mengikuti tren pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang konsisiten berada di atas rata-rata nasional. “Proyeksi kami pertumbuhan Jawa Barat pada Triwulan II/2015 cenderung meningkat pada kisaran 5 persen sampai 5,4 persen ‘year on year’. Kondisi itu didukung oleh perkiraan meningkatnya konsumsi dan investasi, sejalan dengan meningkatnay realisasi pengeluaran fiskal oleh pemerintah, serta meningkatnya penyaluran kredit perbankan,” kata dia.

    Menurut Rosmaya, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan I/2015 di level 4,93 persen mengalam pelambatan dibandingkan Triwulan IV/2014 tumbuh 5,4 persen. “Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2014 adalah 5,06 persen,” kata dia.

    Melambatnya ekonomi terjadi secara nasional. “Perlambatan terutama didorong melemahnya kinerja beberapa komponen permintaan domestik seperti konsumsi pemerintah dan investasi pada sektor pembangunan,” kata Rosmaya.

    Di Jawa Barat perlambatan terjadi pada komponen investasi mengikuti kinerja industri yang melambat akibat turunnya ekspor manufaktur ke berbagai negara terutama di kawasan Amerika, Eropa, serta Asia. “Dari sisi sektoral perlambatan pada sektor utama di Jawa Barat terjadi pada jenis usaha perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta konstruksi,” kata Rosmaya.

    Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi padi tahun 2015 ini meningkat 3,21 persen melihat realisai tanaman produksi padi hingga April ini. Produksi padi tahun ini ditaksir 12,01 juta ton gabah kering giling, atau setara 7,5 ton beras. “Tapi produksi 2015 belum bisa mendekati produksi tahun 2013 yagn menghasiolkan 12,08 juta ton gabah kering giling,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jawa Barat Ruslan di kantornya, Bandung, Rabu, 1 Juli 2015.

    Menurut Ruslan, taksiran itu bisa berubah mengingat sejumlah sentra produksi padi Jawa Barat di wilayah pantai utara saat ini mulai mengalami kekeringan. “Beberapa wilayah mulai kekeringan seperti Subangi, Indramayu, saat ini sedang tetap berupaya menanam dengan penyediaan pompa, mudah-mudahan estimasi ini bisa meningkat, paling tidak dibandingkan tahun 2014,” kata dia.

    Realisasi luas tanam padi tahun ini hingga April sudah menembus 789 ribu hektare. Luasan lahan itu lebih besar dibandingkan luas lahan di periode yang sama 2014 yang hanya 771 ribu hektare, tapi masih belum bisa melampaui luas tanam di periode sama tahun 2013 yakni 847 ribu hektare.
    BPS mengumumkan angka tetap produksi padi Jawa Barat tahun 2014 sebesar 11,644 juta ton gabah kering giling, setara 7,3 juta ton beras. “Dibandingkan dengan 2013 mengalami penurunan 3,63 persen,” kata dia

    BPS mencatat sepanjang 2014 luas tanam padi di Jawa Barat 1,98 juta hektare, turun 2,47 persen dibandingkan luas tanam tahun 2013 yang menembus 2,02 juta hektare. Produktivitas padi juga turun 1,19 persen.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.