Di Bekasi Barang Tak Laik Konsumsi Masih Banyak Beredar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memisahkan bahan makanan pembuat parcel yang mengandung babi saat berlangsung razia parcel kadaluarsa di sebuah pusat pertokoan di Malang, Jawa Timur, Selasa (7/8). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Seorang petugas memisahkan bahan makanan pembuat parcel yang mengandung babi saat berlangsung razia parcel kadaluarsa di sebuah pusat pertokoan di Malang, Jawa Timur, Selasa (7/8). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperidagkop) Kota Bekasi masih menemukan adanya barang tidak laik konsumsi.

    Herbert S. Panjaitan Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Bekasi mengatakan dalam sidak pasar jelang lebaran, pihaknya menemukan adanya peredaran barang tidak laik konsumsi atau kadaluarsa.

    "Ada yang lewat tanggalnya (kadaluarsa) dan ada yang kemasannya rusak," katanya, Rabu (8 Juli 2015).

    Barang tidak laik konsumsi ditemukan dalam dua macam, yakni madu karena kerusakan kemasan dan minuman semacam orange jus yang expired.

    Dari temuan itu, imbuhnya, pihaknya meminta para pedagang tidak menjual barang tidak konsumsi tersebut.

    Menurutnya, imbuhnya, Disperidagkop hanya bersifat pengawasan dan pembinaan kepada para pedagang, sehingga tidak dapat memberikan sanksi tegas kepada oknum pedagang yang masih mengedarkan barang tidak laik konsumsi.

    "Tindakan kami hanya pembinaan. Hanya meminta mereka tidak menjualnya. Dan masyarakat sudah cukup pintar."

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).