Inalum-Antam Bangun Pabrik Smelter Alumina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Aneka Tambang, Jakarta. [Tempo/Arnold Simanjuntak]

    Gedung Aneka Tambang, Jakarta. [Tempo/Arnold Simanjuntak]

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten pelat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, menggandeng PT Indonesia Asahan Aluminium untuk pembangunan pabrik smelter grade alumina (SGA).

    Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan perseroan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pembangunan pabrik SGA. Penandatanganan dilakukan antara Tedy dan Direktur Utama Inalum Winardi pada 3 Juli 2015 di Jakarta.

    "Kerjasama Antam dengan Inalum merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk terus meningkatkan nilai cadangan bauksit Indonesia yang besar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8 Juli 2015).

    Dia mengatakan, kerjasama itu juga untuk mendukung sinergi antar perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Kedua perusahaan merupakan BUMN yang sahamnya mayoritas digenggam oleh pemerintah.

    Direktur Utama Inalum Winardi mengatakan kemitraan dengan Antam bakal mendukung keberadaan industri hilir bauksit di Indonesia yang bernilai tambah.

    "Kerjasama ini juga akan menjadi momentum positif untuk mendukung integrasi bisnis dan komoditas bauksit," paparnya.

    Rencana kerjasama antara Antam dan Inalum di antaranya mencakup pencarian, evaluasi, dan seleksi calon mitra untuk pembangunan pabrik SGA, penetapan skema kerjasama, persiapan pendirian perusahaan patungan, dan melakukan kajian komprehensif. Antara lain, dalam hal aspek legal, finansial, serta teknis operasional.

    Seperti diketahui, emiten berkode saham ANTM tersebut menerbitkan saham baru melalui rights issue. Pemerintah menyuntikkan modal untuk Antam yang akan digunakan bagi pengembangan proyek.

    Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan proyek smelter grade alumina Mempawah. Diperkirakan akan menelan investasi dari rights issue masing-masing 2015 sebesar US$32 juta, 2016 sebesar US$75 juta, pada 2017 sebesar US$98 juta, dan pada 2018 sebesar US$22,5 juta.

    Keseluruhan dana rights issue untuk proyek smelter grade alumina Mempawah mencapai US$217,5 juta dalam 4 tahun hingga 2018.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.