Hari Ini, 8 Berita Ini Disoroti Pasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di perdagangan saham di Bank Mandiri Sekuritas Jakarta (8/8). REUTERS/Beawiharta

    Suasana di perdagangan saham di Bank Mandiri Sekuritas Jakarta (8/8). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Samuel Sekuritas Indonesia melansir delapan  berita dari dalam dan luar Indonesia menjadi sorotan pasar pada hari ini, Rabu 8 Juli 2015. Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menjelaskan kedelapan berita itu adalah:

    1. Para menteri keuangan dari negara-negara Zona Euro tidak menerima proposal baru yang mereka harapkan dari Yunani. Yunani diberi waktu hingga Minggu untuk memberikan proposal baru (Reuters)

    2. Defisit neraca perdagangan AS melebar menjadi US$41,8 miliar dari US$40,9 miliar. (Bloomberg).

    3. Bersama DPR, disepakati asumsi makro RAPBN 2016: pertumbuhan PDB 5,5—6.0% YoY, inflasi 3,0—5,0% YoY, Rp/US$ 13.000—13.400, harga minyak US$60—70/barel, lifting minyak 800—830bpd. (Antara).

    4. Cadangan devisa turun dari US$110 miliar menjadi US$108 miliar akibat meningkatnya kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan aktivitas intervensi valas. (Bank Indonesia)

    5. ADB menurunkan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 dari sebelumnya 5,5% YoY menjadi 5% YoY. (Antara)

    6. Ekspor Timah di Mei naik ke 8,.336 ton dari 6.262 ton. (Bloomberg)

    7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. tengah membangun pipa distribusi gas bumi sepanjang 72 kilometer di Jawa Timur. (Antara)

    8. Rapat paripurna DPR menyetujui RUU Pencabutan Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang JPSK menjadi UU. Pencabutan Perppu JPSK terdiri dari tiga pasal yaitu mengenai pencabutan dan tidak berlakunya perppu, ketentuan yang menyatakan bahwa keputusan yang ditetapkan berdasarkan perppu tetap sah dan mengikat serta masa berlakunya UU sejak tanggal diundangkan. (Antara)


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.