Tahu dan Mi Berformalin Ditemukan di Pasar Mayestik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mie berformalin pada pabrik pembuatan mie di Gang H Mukti, Bojongloa Kidul, Bandung, Jabar, 23 September 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Mie berformalin pada pabrik pembuatan mie di Gang H Mukti, Bojongloa Kidul, Bandung, Jabar, 23 September 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta melakukan razia bahan pangan di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juli 2015. Hasilnya, masih ada pedagang yang menjual mi dan bakso yang mengandung bahan berbahaya.

    "Sesuai dengan hasil pemeriksaan, ada mi dan bakso berformalin," kata Kepala Dinas Kelautan Pertanian Ketahanan Pangan DKI Jakarta Darjamuni di lokasi razia. Sedangkan sampel makanan lain, seperti daging dan ikan, tidak mengandung formalin atau bahan kimia berbahaya lain.

    Untuk mencegah meluasnya peredaran bahan pangan berbahaya, Darjamuni mengatakan, pihaknya akan melacak pemasok dari hulu hingga hilir. Sebab bukan tidak mungkin pedagang tak sadar sudah membeli pasokan pangan berformalin. "Jangan mudah tergiur hanya dengan tampilan fisiknya. Perlu teliti lagi sebelum membeli," katanya.

    Di wilayah Jakarta Selatan, pengawasan akan dipusatkan di Pasar Mayestik, Pasar Santa, Pasar Tebet Barat, Pasar Lenteng Agung, dan Pasar Cipete Utara.

    Jajang, pedagang mi di Mayestik, membantah jika dia dan teman-temannya disebut menjual bahan pangan berbahaya. Dia malah menuding, barang-barang yang mengandung formalin berasal dari tempat lain. "Enggak tahu. Pokoknya saya terima barang terus langsung dijual di sini," ujarnya.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.