Pembalut Berklorin Temuan YLKI, BPOM: Tanya Menkes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamban bersih sehat jujur di SMPN 11, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/6). Jamban ini merupakan ruangan bersih khusus untuk siswi yang sedang datang bulan. Ruangan dilengkapi dengan lemari berisi pembalut, celana dalam baru, sarung tangan, dan perlatan sanitasi lain yang dikelola oleh para siswi dan guru. TEMPO/Prima Mulia

    Jamban bersih sehat jujur di SMPN 11, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/6). Jamban ini merupakan ruangan bersih khusus untuk siswi yang sedang datang bulan. Ruangan dilengkapi dengan lemari berisi pembalut, celana dalam baru, sarung tangan, dan perlatan sanitasi lain yang dikelola oleh para siswi dan guru. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan kandungan klorin pada 9 merk pembalut dan 7 merek pantyliners mengandung klorin (zat pemutih) beredar di Indonesia. Bahan ini bisa memicu iritasi, kanker, dan kemandulan bagi wanita. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum bisa menindak temuan ini. (Baca: Daftar Merk Pembalut Berklorin Temuan YLKI)

    "Kalau pembalut itu kewenangan Kementerian Kesehatan, karena termasuk perbekalan kesehatan rumah tangga,” kata Kepala BPOM Roy Sparingga saat dihubungi Tempo pada Selasa, 7 Juli 2015. Roy Sparingga memastikan akan menindaklanjuti apabila sudah mendapat mandat dari instansi yang berwenang.

    YLKI melakukan pengujian kadar klorin selama Januari-Maret 2015 di laboratorium independen terakreditasi dengan mengambil sampel pembalut dan pantyliner yang dijual di ritel modern (supermarket). Hasil pengujian lab menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung klorin dengan rentang 5 sampai dengan 55 ppm.

    Baca juga:
    Kasus Angeline, Agus Marah Besar: Kau Pembohong Margriet!
    Rekonstruksi Angeline: 3 Fakta Ini Bikin Margriet Terpojok

    Padahal, Food and Drug Administration (FDA) atau lembaga BPPOM di Amerika Serikat menetapkan seluruh produk yang digunakan untuk menstruasi, baik pembalut atau tampon harus bebas klorin karena membahayakan kesehatan. Klorin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pemutih.

    Anggota Pengurus Harian YLKI, Ilyani Sudrajat mengatakan selama ini cukup banyak keluhan dari perempuan yang mengatakan pembalut yang mereka gunakan menyebabkan iritasi. "Kami sendiri orang-orang YLKI juga merasakan dampak buruk pembalut yang merugikan kesehatan," kaga Ilyani. (Baca: Waspada, YLKI Temukan Kandungan Klorin di Pembalut Wanita)

    Sayangnya, Standar Nasional Indonesia (SNI) belum mencantumkan tentang kandungan klorin bagi pembalut. Untuk itu, konsumen harus berhati-hati memilih produk pembalut karena menyangkut ancaman bahaya yang cukup serius.

    "Ini menyangkut reproduksi perempuan sehingga harus diperhatikan dengan baik. Sayangnya pemerintah kita belum membuat regulasi tentang hal ini," kata Ilyani.

    NIBRAS NADA NAILUFAR | URSULA FLORENE SONIA

    Berita Menarik

    Rekonstruksi, Orang Emosi: Margriet Dilempar Tahi Ayam Saja!  
    KASUS ANGELINE: Dicaci Maki Warga, Peran Margriet Dominan  
    Hotman Paris: Jari Angeline Masih Bergerak Saat Diangkat Agus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.