Cegah Kecelakaan di Cipali, Pemerintah Pasang Pita Kejut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, 11 Mei 2015. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memiliki panjang 116,75 km. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga melintas di jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, 11 Mei 2015. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memiliki panjang 116,75 km. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan akan memasang satu pita kejut di beberapa titik di Jalan Tol Cikopo-Palimanen yang dianggap rawan kecelakaan. Hal tersebut, ucap Basuki, merupakan saran dari kepolisian.

    "Kemudian juga rest area sudah berfungsi, ada delapan, masing-masing empat di kiri dan kanan," ucap Basuki di Istana Negara, Selasa, 7 Juni 2015.

    Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Tol Cipali. Kecelakaan terjadi di Kilometer 178, bermula saat sebuah minibus Grand Max bernomor polisi E-1720-MF yang bergerak dari Jakarta menuju Cirebon menabrak sebuah truk molen yang tengah parkir di bahu jalan. Minibus yang dikendarai dengan kecepatan tinggi tersebut kemudian terguling dan terbakar di parit tengah jalan tol itu. Enam orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

    Menurut Basuki, lokasi kecelakaan tersebut sedang diperbaiki. Ia menuturkan Km 178 memang merupakan titik lelah pengemudi. 

    Basuki berujar, pihaknya juga akan menambah lampu penerangan dan rambu lampu. Sesungguhnya semua rambu sudah lengkap tersedia di jalan. Namun, menurut dia, itu terasa kurang karena jalan ini panjang.

    Basuki memastikan Jalan Tol Cipali sudah laik operasi. "Jadi semua sudah lengkap, termasuk prasarana jalan sudah laik operasi, misalnya mobil derek, ambulans, dan rumah sakit,"

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.