Ini Alasan Pabrikan Mobil Tunda Rilis Produk Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Santirta M

    TEMPO/Santirta M

    TEMPO.CO , Jakarta: Deputi Managing Director 2W Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho mengatakan kondisi perekonomian yang masih lemah dan menurunnya daya beli konsumen membuat produsen otomotif memutuskan menunda peluncuran produk baru. "Setidaknya sampai ada tanda-tanda recovery," kata Endro di Jakarta, Senin, 6 Juli 2015.

    Suatu hal yang logis, menurut  Endro, saat tingkat penjualan menurun hingga hampir 25 persen seperti saat ini produsen lebih memilih menahan diri. Karena, sulit untuk berharap mendapatkan hasil baik di tengah situasi demikian.

    "Meskipun setiap merek punya kebijakan sendiri-sendiri, ada yang harus meluncurkan kendaraan baru sesuai jadwal, ada yang tidak," kata Endro.

     Menurut Endro, Suzuki  sekarang memilih bersikap wait and see. "Sampai daya beli masyarakat mulai membaik."

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan roda dua di Indonesia sepanjang 2015 memang merosot sebesar 24,6 persen. Selama lima bulan pertama 2015, sepeda motor yang terjual sebanyak 2,6 juta unit.

    Padahal di tahun sebelumnya, penjualan motor bisa mencapai 3,4 juta unit. Atas dasar penurunan itu, AISI merevisi target penjualan tahunan dari 7,7 juta unit jadi 6,7 juta unit.

    Dua bulan terakhir penjualan produk Suzuki menunjukkan kenaikan sebesar 3-4 persen. Namun menurut Endro,  hal itu lebih dikarenakan momentum Ramadan dan hari raya Idul Fitri. "Pada kenyataannya realisasi penjualan hanya naik 5 persen, masih jauh di bawah tahun lalu."

    Endro pesimistis pada tahun ini daya beli masyarakat bakal kembali naik dan penjualan akan menyamai tahun lalu. "Harus diingat 70 persen konsumen otomotif itu mengandalkan skema kredit," katanya.

    "Kecuali interest rate diturunkan, maka masyarakat bakal kembali bergairah."

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.