BEI Merosot, Penjualan Saham Investor Asing Rp 1,52 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. IHSG ditutup anjlok 40 poin ke level 5.148,379, yang disebabkan sentimen rendahnya harga minyak dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Karyawan melintas di depan layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. IHSG ditutup anjlok 40 poin ke level 5.148,379, yang disebabkan sentimen rendahnya harga minyak dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Investor asing mencatatkan net sell Rp 174,53 miliar di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 6 Juli 2015, di saat IHSG merosot 1,33 persen. Kemarin, investor asing menjual lebih dari 933,72 lembar saham dengan nilai total mencapai Rp 1,52 triliun.

    Sebaliknya, pemodal luar negeri hanya membeli 511,68 lembar saham senilai Rp 1,34 triliun. Aktivitas tersebut membuat penjualan bersih investor asing di bursa saham Jakarta senilai Rp 174,53 miliar dengan volume penjualan bersih 422,04 juta lembar saham.

    Total saham yang diperdagangkan di BEI melebihi 5,18 miliar lembar dengan nilai transaksi lebih dari Rp 4,41 triliun. IHSG hari ini ditutup tergelincir 1,33 persen ke level 4.916,74. Indeks terus tertekan pada kisaran 4.913,29—4.960,99 setelah dibuka turun 0,74 persen ke level 4.946,10.

    Pergerakan Investor Asing di IHSG


































    Tanggal 

    Nilai Transaksi (Rp/miliar)

    Kategori

    6/7/2015

    -174,53

    Net Sell

    3/7/2015

    +163,76

    Net Buy

    2/7/2015

    +197,38

    Net Buy

    1/7/2015

    -211,43

    Net Sell

    30/6/2015

    +239,19

    Net Buy


     sumber: Bursa Efek Indonesia

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?