Proses Penyelesaian, Ruas Tol Cipali Alami Penyempitan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat garis putih di badan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, 11 Mei 2015. Nama Cipali diambil dari daerah titik awal dan daerah titik akhir tol tersebut, yaitu Cikopo-Palimanan. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja membuat garis putih di badan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, 11 Mei 2015. Nama Cipali diambil dari daerah titik awal dan daerah titik akhir tol tersebut, yaitu Cikopo-Palimanan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki H-13 Lebaran, penyelesaian akhir jalan tol baru yang menghubungkan antara Cikopo dan Palimanan terus dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan pengguna tol yang akan melakukan perjalan mudik.

    Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi pada Minggu (5 Juli 2015), di beberapa titik jalur tol yang memiliki panjang total 116,75 Km tersebut, terdapat beberapa penyempitan jalan.

    Penyempitan tersebut di antaranya dilakukan dalam rangka proses perbaikan dan juga proses penyelesaian akhir jalan tol tersebut.

    Seperti pada KM 155, penyempitan jalan terjadi karena aktivitas para pekerja yang tengah memasang beton pondasi untuk bahu jalan.

    Begitu pula dengan KM 104, KM 96, dan KM 79. Di tiga ruas ini penyempitan jalan juga terjadi akibat proses perbaikan dan pengerjaan pelebaran jalan.

    Sementara itu, penyempitan jalan lain juga terjadi di KM 97, beberapa pekerja tengah menyelesaiakan pemasangan lampu penerangan jalan raya.

    Namun demikian, penyempitan jalan untuk proses penyelesaian infrastruktur pendukung jtol ini tak sampai mengganggu pengguna jalan.

    Pasalnya, volume kendaraan yang melintas terbilang masih cukup sedikit. Kendaraan yang melintas justru didominasi truk juga bus yang berukuran besar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?