Lebaran, BI Sediakan Uang Recehan Rp 125 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai merapikan uang pecahan di ruang Cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (16/8). Penukaran uang receh oleh masyarakat di bank per dua minggu menjelang Lebaran mencapai Rp 20,1 triliun atau meningkat hingga 230 persen dari tahun lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pegawai merapikan uang pecahan di ruang Cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (16/8). Penukaran uang receh oleh masyarakat di bank per dua minggu menjelang Lebaran mencapai Rp 20,1 triliun atau meningkat hingga 230 persen dari tahun lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia menyiapkan uang Rp 191,1-125,2 triliun untuk kebutuhan warga terhadap uang kas selama Ramadan dan Lebaran. Secara proporsi, BI menyiapkan Rp 121,4 triliun uang pecahan besar dan Rp 3,75 triliun uang pecahan kecil.

    "Pecahan Rp 20 ribu ke atas paling dinikmati," ujar Deputi Gubernur BI Ronald Waas di Jakarta, Senin, 6 Juli 2015. Karena itu, 97 persen uang yang akan dicetak BI berbentuk pecahan Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu.

    Sedangkan 3 persen sisanya akan dibagi rata untuk porsi uang pecahan kecil di bawah Rp 20 ribu. Uang tersebut terdiri atas pecahan Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

    Ronald Waas menuturkan tak ada yang perlu ditakutkan dengan banyaknya uang yang beredar seperti saat ini. Menurut dia, hal ini merupakan siklus tahunan dan akan kembali lagi ke bank sentral satu-dua bulan setelah Lebaran.

    Secara keseluruhan, tutur Ronald, penukaran uang tumbuh 14,7 persen setiap tahun. Angka tersebut diambil dari pertumbuhan rata-rata sejak 2001.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.