Pasar Eropa Terpukul atas Penolakan Utang Baru Yunani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita pendukung yang menolak dana talangan mengibarkan bendera di depan gedung parlemen setelah pengumuman hasil referendum di Athena, 6 Juli 2015. Referendum yang dilakukan rakyat Yunani menghasilkan keputusan menolak syarat utang baru, dari kreditur dari Eropa dan International Monetary Fund (IMF). AP/Emilio Morenatti

    Seorang wanita pendukung yang menolak dana talangan mengibarkan bendera di depan gedung parlemen setelah pengumuman hasil referendum di Athena, 6 Juli 2015. Referendum yang dilakukan rakyat Yunani menghasilkan keputusan menolak syarat utang baru, dari kreditur dari Eropa dan International Monetary Fund (IMF). AP/Emilio Morenatti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Eropa dan pasar obligasi akan mendapat pukulan keras setelah warga Yunani menolak dana talangan berupa utang baru sebesar 7,2 miliar euro yang disertai syarat dalam referendum kemarin.

    Sedangkan para bankir menyatakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi kunci penentu atas krisis yang berkelanjutan tersebut agar tidak menjalar ke negara lain.

    Banyak ekonom, termasuk dari JPMorgan memperkirakan bahwa hasil referendum tersebut akan mempercepat Yunani keluar dari zona euro.

    "Meski situasinya cair, namun pada titik ini keluarnya Yunani dari zona euro tampaknya lebih berpeluang," ujar  Malcolm Barr dari JPMorgan's sebagaimana dikutip Reuters, Senin, 6 Juli 2015.

    Dia menambahkan bahwa keluarnya Yunani dari zona euro merupakan persoalan perbankan yang rumit.

    Pada perdagangan kemarin, euro turun lebih dari satu persen atas dolar AS dan turun lebih dari 2% terhadap yen Jepang.

    "ECB pada posisi jelas bahwa jika kami perlu mengambil tindakan lebih maka kami akan lakukan. Kami akan mencari instrumen yang diperlukan," ujar satu pejabat bank tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.