Menteri Susi Persilakan Nelayan Ajukan Gugatan ke MA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti terlihat mengenakan kacamatanya saat mengikuti jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat ini juga membahas implementasi setelah diterbitkannya peraturan Menteri KKP nomor 57 Tahun 2014, nomor 1 tahun 2014 dan nomor 2 tahun 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Susi Pudjiastuti terlihat mengenakan kacamatanya saat mengikuti jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat ini juga membahas implementasi setelah diterbitkannya peraturan Menteri KKP nomor 57 Tahun 2014, nomor 1 tahun 2014 dan nomor 2 tahun 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mempersilakan nelayan pengguna alat cantrang untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung. Dia pun mengatakan baru akan menjawab rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia setelah Lebaran. "Silakan (ajukan gugatan)," ujarnya saat dihubungi Tempo, Ahad, 5 Juli 2015.

    Sebelumnya, Ombudsman merekomendasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menunda peraturan larangan penggunaan alat tangkap cantrang. Dalam rekomendasi bernomor 0006/REK/0201.2015/PBP24/VI/2015 Ombudsman menilai terdapat maladministrasi dalam penerbitan peraturan itu.  

    Keputusan itu disambut baik oleh kelompok nelayan pengguna cantrang. Mereka mengatakan siap bertemu dengan Menteri Susi untuk membahas masalah ini. Jika Menteri Susi tak mau berdialog, mereka siap mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung.

    Susi hanya menjawab pendek soal rekomendasi Ombudsman itu. Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menjawab rekomendasi itu. “Kami jawab setelah Lebaran,” kata dia.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?