Diributkan, Inilah Skema Jaminan Pensiun dan Hari Tua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kanan) berjalan bersama menuju ruang acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR di Jalan Widya Chandra III Nomor 10, Jakarta Selatan, 23 Juni 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kanan) berjalan bersama menuju ruang acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR di Jalan Widya Chandra III Nomor 10, Jakarta Selatan, 23 Juni 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - BPJS Ketenagakerjaan punya empat program, yakni Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. Dua program yang pertama tengah menjadi perbincangan karena besaran iuran dan manfaatnya baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo dalam sebuah peraturan pemerintah.

    Baca juga:  Bos BPJS: Kalau Dana Ditarik Sekarang, Hari Tua Bagaimana?

    Juru bicara BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Cholik, mengatakan besaran iuran jaminan ketenagakerjaan di setiap negara berbeda-beda. Ia mengatakan Indonesia tergolong negara dengan iuran yang kecil. “Jadi wajar kalau manfaatnya juga kecil,” ucapnya beberapa waktu lalu. Berikut ini iuran dan manfaat yang harus dibayar dan akan diterima oleh pekerja:

    Jaminan Pensiun 
    - Iuran: 3 persen dari upah
    - Porsi iuran: 2 persen pemberi kerja, 1 persen pekerja
    - Setelah 15 tahun, peserta mendapat manfaat pasti yang dibayarkan per bulan
    - Jika sebelum 15 tahun sudah pensiun, pekerja akan mendapat total iuran ditambah manfaat pengembangan sekaligus

    Jaminan Hari Tua
    - Iuran: 5,7 persen dari upah
    - Porsi iuran: 3,7 persen pemberi kerja, 2 persen pekerja
    - Pekerja akan mendapat total iuran ditambah manfaat pengembangan
    - Setelah sepuluh tahun bekerja dapat diambil 10 persen atau 30 persen untuk perumahan
    - Pada usia 56 tahun bisa diambil 100 persen

    Singapura 
    Dana Sosial 
    (Terdiri atas jaminan kesehatan, dana perumahan, dan jaminan pensiun)
    - Iuran: 37 persen dari upah
    - Porsi iuran: 20 persen atau maksimal Sin$ 1.000 dibayar pekerja, 17 persen dibayar pemberi kerja
    - Peruntukan: dapat digunakan untuk kebutuhan berobat, pembelian rumah, dan pensiun

    TRI ARTINING PUTRI | EFRI RITONGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.