Kebakaran, Penerbangan Garuda ke Surabaya dan Bali Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpukan calon penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akibat terjadinya kebakaran di Tangerang, Banten, 5 Juli 2015. Akibat kebakaran tersebut terjadi ribuan penumpukan calon penumpang pesawat di Bandara Seokarno Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Penumpukan calon penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akibat terjadinya kebakaran di Tangerang, Banten, 5 Juli 2015. Akibat kebakaran tersebut terjadi ribuan penumpukan calon penumpang pesawat di Bandara Seokarno Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.COJakarta - Kebakaran di JW Sky Lounge Terminal 2E Bandar Udara Soekarno-Hatta yang terjadi pagi tadi ikut mengganggu sirkulasi lalu lintas penerbangan. 

    Tak hanya di Bandara Soekarno-Hatta, lalu lintas penerbangan di Bandara Juanda, Surabaya, juga terganggu akibat kebakaran tersebut.

    “Empat keberangkatan Garuda Indonesia dari Juanda terpaksa dibatalkan,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero) Farid Indra melalui rilis yang diterima, Minggu, 5 Juli 2015. 

    Farid menuturkan keberangkatan yang dibatalkan itu merupakan penerbangan Garuda Indonesia dengan kode GA311, GA313, GA315, dan GA317.

    Penerbangan tersebut, menurut Farid, merupakan penerbangan dengan jadwal mulai pukul 10.35 hingga 13.00 WIB hari ini. Selain itu, terdapat juga empat jadwal agenda kedatangan pesawat dari Jakarta yang juga harus dibatalkan. Empat kedatangan tersebut berkode GA306, GA308, GA310, dan GA312.

    “Selain dibatalkan, penumpang Surabaya-Cengkareng dan Cengkareng-Surabaya dialihkan ke maskapai lain,” kata Farid. Citylink dan Lion Air pun digandeng untuk mengurai penumpukan penumpang.

    Selain di dua bandara tersebut, penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, terganggu. Penerbangan dengan kode GA407 dibatalkan. Sebagai gantinya, penumpang pesawat GA407 akan diberangkatkan dengan pesawat GA413. “Status penerbangan Garuda yang lainnya masih delay,” ujar Farid.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.