Harga Minyak Mentah Amerika Serikat Masih US$ 55 per Barel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pengangkut minyak mentah milik Pertamina MT Gunung Geulis, di Pelabuhan Khusus Dumai, Riau (24/4). ANTARA/Rosa Panggabean

    Kapal pengangkut minyak mentah milik Pertamina MT Gunung Geulis, di Pelabuhan Khusus Dumai, Riau (24/4). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak berjangka Amerika Serikat masih bertahan di kisaran bottom US$ 55 per barel.

    Riset PT Valbury Asia Futures menyebutkan penurunan tajam pertama kali dipicu oleh data cadangan minyak mingguan yang mengalami penambahan pertama dalam dua bulan terakhir.

    "Kelanjutan tekanan harga minyak semakin dipertegas oleh data pengeboran minyak yang naik untuk pertama kali setelah 29 pekan megalami penurunan," sebut riset itu, Sabtu, 4 Juli 2015

    Harga penutupan minyak WTI pada Jumat, 3 Juli 2015 berada pada level US$ 55,52 per barel, turun dari posisi sebelumnya US$ 56,54 per barel.

    Selain itu, pertemuan Iran yang rencananya akan berakhir pada 7 Juli mendatang diperkirakan akan mencapai titik final.

    Pertemuan itu akan berdampak pada sanksi ekonomi Iran dan akan terus memberikan reaksi tekanan pada harga minyak.

    Untuk jangka pendek, menurut riset tersebut, tekanan bearish masih dominan. Dengan potensi penyelesaian pertemuan OPEC, kemungkinan akan terjadi kelanjutan bearish.

    Harga minyak berpeluang berlanjut hingga kisaran US$54-US$55 per barel.

    Berikut rekomendasi yang diberikan Valbury

    Buy: --
    Sell:  US$ 55,60
    Stop Loss: US$ 55,90
    Target : US$55-US$ 54,40

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.