Pemudik Hati-hati, Musang dan Babi Hutan Lintasi Tol Cipali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang Tol Palimanan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat,  18 Juni 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Gerbang Tol Palimanan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta pelintas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) waspada karena ada binatang liar yang bisa menyebabkan kecelakaan.

    Dari hasil pantauannya ke lokasi, kecelakaan pengendara tak hanya persoalan human error, tapi juga disebabkan banyak hewan yang melintas di jalan tol tersebut, seperti musang dan babi hutan.

    "Wajar mereka ke situ karena dianggapnya kan masih rumahnya. Itu babi liar dan musang," katanya di Bandung, Jumat, 3 Juli 2015.

    Meski lokasi habitat asal mereka sudah berubah, hewan ini masih lalu lalang akibat pencahayaan yang kurang di malam hari.

    Kehadiran babi liar dan musang ini, menurut isu yang diterima Wagub, juga bisa jadi karena sabotase pihak tertentu.

    "Ada indikasi dilepas oleh orang tertentu, ya bisa juga kayak gitu," katanya.

    Menurut dia, kehadiran Tol Cipali masih menyisakan konflik, terutama terkait tuntutan ganti rugi sejumlah warga.

    "Namanya jalan baru masih ada konflik kan. Tapi bisa diatasi, uangnya kan sudah ada, tinggal diambil di pengadilan," katanya.

    Dengan segala kekurangan Tol Cipali, Deddy tetap memuji tol terpanjang di Indonesia tersebut karena memiliki kondisi jalan yang sangat mulus.

    Pujian juga dilontarkan untuk fasilitas di rest area seperti, musala, WC, dan ketersediaan air bersih.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.