Bisnis Dwidaya World Travel Capai 20% Semester I/2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menyaksikan patung Budha di halaman candi Borobudur Magelang, 30 Mei 2015. Patung Budha tersebut akan ditempatkan di altar utama pada perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015. ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah pengunjung menyaksikan patung Budha di halaman candi Borobudur Magelang, 30 Mei 2015. Patung Budha tersebut akan ditempatkan di altar utama pada perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Dwidaya World Wide, travel agen yang berdiri sejak 19 Juli 1967, mengklaim pertumbuhan bisnis pada semester I/2015 mencapai 20%.

    Hendri Yapto, VP Commercial PT Dwidaya World Wide mengatakan penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mengakibatkan pelanggan cenderung mengalihkan liburan ke destinasi domestik. Wisatawan asing meningkat karena biaya wisata semakin terjangkau.

    “Selain biaya liburan yang lebih kompetitif, destinasi domestik yang menampilkan eksotisme alam semakin diminati,” katanya, Jumat (3 Juli 2015).

    Hendri menyebutkan Bali, Lombok, Yogyakarta dan Bandung masih menjadi destinasi favorit. Sementara, Labuan Bajo dan Raja Ampat tengah naik daun sebagai destinasi alternatif.

    Menurutnya, para pelancong asing saat ini didominasi dari China, Jepang dan Filipina. Sementara, untuk pelancong asal Eropa, saat ini, didominasi  wisatawan dari Jerman dan Belanda.

    Hendri optimistis industri pariwisata dan afiliasinya akan tetap tumbuh meskipun nilai tukar rupiah melemah. “Pencapaian yang kami peroleh tentunya menjadi salah satu indikator  industri pariwisata di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang baik,” pungkasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.