Bank Windu Ambil Alih 100% Saham Bank Antardaerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk menyatakan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengambil alih 100% saham PT Bank Antardaerah, bank yang berbasis di Surabaya.

    Luianto Sudarmana, Direktur Utama Bank Windu, mengatakan transaksi pengambilalihan saham Bank Anda dilakukan dalam rangka pengembangan perseroan.

    "Sejalan dengan arah kebijakan konsolidasi perbankan, perseroan berencana melakukan merger dengan BAnk Anda di mana perseroan akan menjadi pihak yang menerima penggabungan," ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (3 Juli 2015).

    Berdasarkan data keuangan publikasi bulanan yang diterbitkan masing-masing bank, per Mei 2015 aset Bank Windu mencapai Rp10,09 triliun dengan jumlah penyaluran kredit sebesar Rp6,87 triliun.

    Sementara itu, Bank Anda memiliki aset sebanya Rp1,98 triliun dengan penyaluran kredit sebanyak Rp1,18 triliun.

    Jika merujuk data per Mei 2015, merger Bank Windu dengan Bank Anda akan membentuk entitas baru beraset Rp12 trilun. Selain itu, jaringan operasional gabungan kedua bank akan diestamasi akan mencapai 107 jaringan.

    Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan Bank Windu bisa memiliki 100% saham Bank Anda kendati batas pemilikan saham perbankan maksimal ditetapkan 40%.

    "Kalau mereka merger bisa. Tapi tetap harus dengan meminta persetujuan pengawas bank," ujarnya kepada bisnis.com, Jumat (3 Juli 2015).

    Berdasarkan laporan keuangan publikasi per Maret 2015, Bank Anda dimiliki oleh sekumpulan individu dengan porsi terbesar dimiliki oleh Ahadiat Wargana.

    Porsi saham milik Ahadiat mencapai 50%, dia juga menjabat Presiden Komisaris di bank tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.