Transaksi Melalui Wesel Pos Instan Naik 40 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Kantor Pos Besar, Bandung (31/8). PT Pos Indonesia, tahun ini, diharapkan memperoleh pendapatan Rp 2,8 trilyun, dan sekitar Rp 980 milyar berasal dari layanan pengiriman uang TKI di Arab dan Malaysia. Foto: TEMPO/Prima Mulia

    Suasana di Kantor Pos Besar, Bandung (31/8). PT Pos Indonesia, tahun ini, diharapkan memperoleh pendapatan Rp 2,8 trilyun, dan sekitar Rp 980 milyar berasal dari layanan pengiriman uang TKI di Arab dan Malaysia. Foto: TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengiriman uang melalui wesel pos elektronik atau wesel pos instan di Kantor Pos Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, diperkirakan mengalami kenaikan hingga 40 persen sampai akhir pekan kedua Ramadhan ini.

    "Tahun lalu kami menerima dan meneruskan kiriman uang dengan total nilai Rp27 miliar," kata Kepala PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan Lili Ariyanto di Balikpapan, Kamis (2 Juli 2015).

    Menurut dia, pada hari-hari biasa di luar Ramadhan, rata-rata kiriman uang menggunakan wesel pos elektronik mencapai rata-rata Rp19 miliar setiap bulan.

    Seperti pada wesel pos biasa di masa lalu, pengiriman wesel pos elektronik memungkinkan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank, baik yang mengirim maupun yang dikirimi, untuk mengirim uang dan menerima uang.

    "Dengan sistem elektronik, pengiriman uangnya seketika. Penerima bisa langsung mengambil uangnya di kantor pos terdekat dengan membawa bukti diri seperti KTP," kata Ariyanto.

    Selain kiriman uang, turut meningkat volume pengiriman dan penerimaan barang melalui jasa pengiriman paket pos.

    Menurut Ariyanto, peningkatan jasa pengiriman paket mencapai 30 persen, sedangkan untuk penerimaan paket dari luar Balikpapan lebih banyak lagi, mencapai kenaikan 40 persen.

    Volume paket untuk dikirim ke luar Balikpapan mencapai 3 ton, sementara yang datang ke Balikpapan rata-rata 6 ton per hari.

    "Kalau pengiriman umumnya ke Jawa, baru kemudian Sulawesi, dan juga ada Kiriman ke Sumatera," tambah Ariyanto.

    Kepala Kantor Pos Balikpapan juga memastikan bahwa pekan kedua Ramadhan ini adalah puncak aktivitas pengiriman dan menurun di pekan ketiga Ramadhan. Pada H-4 Idul Fitri, aktivitas di kantor pos akan jauh menurun.

    "Masyarakat sudah konsentrasi mau Lebaran," kata Ariyanto.

    Selain PT Pos Indonesia, jasa antaran swasta seperti TIKI dan JNE juga mengalami peningkatan volume pengiriman dan penerimaan.

    Menurut Kepala Cabang JNE Balikpapan Jose Junior, peningkatan sudah mencapai 20 persen dibanding hari biasa di luar Ramadhan.

    "Kalau lihat trennya, peningkatannya bisa mencapai 45 persen sampai akhir Ramadhan nanti," ujarnya.

    Selain dari barang kiriman yang biasa ditangani JNE di luar Ramadhan seperti dokumen dan peralatan, kini bertambah dengan pakaian, makanan, dan berbagai lagi perlengkapan lebaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.