BPJS Ketenagakerjaan: Dana Pensiun 10 Tahun Baru Bisa Cair

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS  akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COJakarta - Perubahan mekanisme dan masa pencairan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dari lima tahun menjadi sepuluh tahun oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Bali. Soalnya, perubahan ketentuan itu mendadak dan tanpa ada sosialisasi.

    Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali I Tonny Widijo K. mengatakan kebijakan tersebut keluar setelah peserta sengaja menyiasati peraturan sebelumnya, di mana dana JHT itu diambil setiap lima tahun.

    "Karena itu, pemerintah mengembalikan fungsi dari program JHT, yakni dana yang ada di dalamnya benar-benar digunakan peserta untuk menopang keperluan hidup ketika memasuki usia pensiun. Strategi itu secara legalitas telah dipayungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang mengatur kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali," katanya.

    Menyusul perubahan itu, mekanisme dan masa pencairan JHT yang sebelumnya mengacu pada UU Nomor 3 Tahun 1992 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pada UU 40 Tahun 2004 Pasal 37 ayat 1-5 dan peraturan pemerintah, diamanatkan syarat pencairan JHT minimal kepesertaan sepuluh tahun kerja, tidak lagi lima tahun layaknya Jamsostek selama ini.

    "Memang banyak masyarakat yang datang menanyakan hal tersebut kepada kami. Namun kami pun baru mendapatkan suratnya pada akhir Juni 2015, sehingga belum sempat mensosialisasikannya kepada masyarakat," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.