Apresiasi, PT KAI Meluncurkan Promo KAI Mudik Hebat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik menggunakan kereta api. BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

    Ilustrasi mudik menggunakan kereta api. BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan promo "KAI Mudik Hebat" dalam rangka memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mudik lebaran menggunakan jasa kereta api (KA).

    "Promo berupa potongan harga tiket ini diberikan kepada masyarakat yang memiliki tiket mudik KA keberangkatan 7-27 Juli 2015 atau H-10 Lebaran hingga H1+10 Lebaran," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Kamis.

    Menurut dia, potongan harga sebesar 10 persen akan diberikan untuk tiket KA jarak jauh dan 15 persen untuk KA jarak menengah seperti KA Kamandaka relasi Purwokerto-Semarang pergi pulang (pp).

    Ia mengatakan bahwa promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket tanggal 1 Agustus hingga 30 November 2015 untuk keberangkatan 1 Agustus hingga 15 Desember 2015.

    "Jadi, simpan baik-baik tiket mudik yang sudah dipakai guna mendapatkan diskon pembelian tiket berikutnya sesuai ketentuan," katanya.

    Kendati demikian, dia mengatakan promo itu hanya berlaku untuk pembelian tiket di loket stasiun dalam jaringan (online).

    Menurut dia, penumpang yang akan mengikuti program promo tersebut wajib menyerahkan formulir pemesanan tiket dengan dilampiri tiket mudik saat membeli tiket di loket stasiun dalam jaringan.

    Surono mengatakan bahwa pemberian diskon hanya berlaku untuk penumpang dengan nama dan nomor identitas yang sama dengan yang tertera pada tiket mudiknya.

    Selain itu, kata dia, program promo juga hanya berlaku untuk KA komersial atau nonsubsidi, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi komersial dengan nama KA, kelas, dan relasi yang sama dengan tiket mudik yang dimilikinya.

    "Program ini juga tidak dapat digabung dengan reduksi atau diskon atau program promo yang lain," jelasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.