Lebaran, Slot Terbang Jakarta-Yogyakarta Ditambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -  Penerbangan dengan rute Jakarta-Yogyakarta untuk periode Lebaran 2015 diperkirakan akan mendapat tambahan slot. Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Mohammad Alwi mengatakan, banyak maskapai yang mengajukan rute tambahan.

    "Ada Sriwijaya Air, Citilink, dan Lion Air," kata dia. Permintaan itu, menurut dia, sudah dilontarkan sejak 10 hari lalu. Sriwijaya Air dan Lion Air masing-masing meminta tambahan 1 rute, sementara Citilink 2 rute.

    Kemenhub berencana mengabulkan permintaan tambahan ini, namun bukan penerbangan langsung ke Bandara Adisutjipto di Yogyakarta. Penerbangan akan dialihkan ke Solo, dan dari situ, penumpang akan dibawa ke Yogyakarta lewat jalur darat.

    Pengalihan rute ini dilakukan karena slot Bandara Adisutjipto sudah penuh. "Demi aspek keamanan, kami putuskan demikian," kata Alwi. Tiket penerbangan tambahan ini diharapkan tersedia mulai H-15 sampai H+10.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono mengatakan keputusan ini tak lantas menambah kepadatan jalur darat. Penumpang aka dibawa dari Solo menuju Yogyakarta menggunakan bus yang sudah disediakan maskapai. "Ada juga yang dibawa ke stasiun dengan prameks," kata dia.

    Jumlah angkutan udara untuk Lebaran 2015, ada 450 pesawat yang siap melayani arus mudik. Ini meliputi penerbangan dari luar negeri dengan kapasitas 69.665 seat per hari, dan penerbangan dalam negeri dengan kapasitas 237.703 seat per hari. Jumlah pesawat meningkat dibanding musim mudik tahun lalu yang berjumlah 430 pesawat. Adapun total keseluruhan pemudik tahun ini diperkirakan berjumlah 20 juta jiwa.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.