Indonesia Tak Masuk 10 Negara Asia yang Andalkan Pariwisata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang biksu Buddha berdoa saat merayakan Hari Raya Waisak di Wat Dhammakaya di provinsi Pathum Thani, Bangkok, Thailand, 1 Juni 2015. Waisak meruapakan hari suci bagi umat beragama Buddha. REUTERS

    Seorang biksu Buddha berdoa saat merayakan Hari Raya Waisak di Wat Dhammakaya di provinsi Pathum Thani, Bangkok, Thailand, 1 Juni 2015. Waisak meruapakan hari suci bagi umat beragama Buddha. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota-kota di Asia mendominasi studi tahunan MasterCard, yaitu MasterCard Global Destination Cities Index dengan menguasai setengah dari 10 negara tujuan wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan.

    "Pariwisata telah tumbuh menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja yang penting bagi banyak negara di Asia. Hal ini mencerminkan daya tarik negara-negara di Asia yang terus berkembang dan dimotori oleh negara-negara yang berkembang pesat dari ASEAN, Tiongkok, dan India," kata Presiden MasterCard Asia Tenggara Matthew Driver dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2015.

    Menurutnya, persaingan memberi daya tarik wisatawan  menjadi kunci bagi pemerintah dan kementerian pariwisata setempat untuk turut berinvestasi dalam perkembangan infrastruktur sebuah kota. "Selain itu, untuk menjaga dan melindungi warisan sejarah mulai dari monumen hingga acara kebudayaan, yang membuat kota tersebut menjadi lebih unik," katanya.

    Melalui cara ini, kata Matthew, Asia akan mampu mempertahankan dan membangun sebuah kota yang dinamis, menarik, dan mendunia. MasterCard Global Destination Cities Index memberikan sebuah daftar dari 132 kota yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia.

    Tidak hanya sekedar menganalisis pola perjalanan, indeks ini juga mengungkapkan pemahaman mengenai mobilitas orang-orang di dunia dan juga memperlihatkan peranan kota-kota di dunia tersebut sebagai tempat kediaman, tujuan wisata, dan motor pertumbuhan ekonomi.

    London dan Bangkok telah menduduki peringkat teratas selama lima tahun berturut-turut dalam indeks ini. Keduanya akan terus bersaing untuk posisi puncak, mengingat jumlah pengunjung Bangkok yang terus meningkat setelah pulih dari kerusuhan yang terjadi di sana pada 2014.

    Berikut merupakan kota-kota dengan peringkat teratas dari hasil studi mengenai perkiraan jumlah pengunjung internasional per malam.

    1. London: 18,82 juta

    2. Bangkok: 18,24 juta

    3. Paris: 16,06 juta

    4. Dubai: 14,26 juta

    5. Istanbul: 12,56 juta

    6. New York: 12,27 juta

    7. Singapura: 11,88 juta

    8. Kuala Lumpur: 11,12 juta

    9. Seoul: 10,35 juta

    10. Hong Kong: 8,66 juta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.