Aset BUMN Pada 2019 Diharapkan Capai Rp10 Ribu Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno berharap aset BUMN pada 2019 mencapai Rp10 ribu triliun dengan terus menerus melakukan sinergi antar BUMN.

    "Sekarang aset kita Rp4.500 triliun, saya harapkan dengan terus kita bersinergi, Insya allah di tahun 2019 asetnya harus lebih dari Rp10 ribu triliun," katanya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman PT Pertamina (Persero) dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (1 Juli 2015).

    Rini mengatakan, peningkatan aset ini dilakukan dengan mendorong hilirisasi dan menekankan penggunaan komponen dalam negeri sampai harus diproduksi sendiri.

    Ia mengatakan saat ini secara total ada lebih dari 117 BUMN yang berkecimpung di berbagai sektor.

    Dia mengakui ada BUMN yang sehat, kurang sehat dan tidak sehat, oleh karena itu, sinergi BUMN sangat dibutuhkan agar tumbuh lebih baik dan kuat.

    "Sebenarnya potensi BUMN ini sangat besar sehingga perlu sinergi antara BUMN sehingga kita dapat besar ke depannya," katanya.

    Ia berharap akan ada lebih banyak BUMN yang ikut melakukan sinergi.

    "Saya senang sekali sebetulnya melihat penandatanganan seperti ini yang tentunya masih akan ditindaklanjuti," tutur dia menunjuk nota kesepahaman antara PT Pertamina dengab PT Pelni dan PT Pupuk Indonesia itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.