Yunani Gagal Bayar, Dongkrak Saham Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham Australia naik 0,50 persen pada pembukaan perdagangan Rabu (1 Juni 2015), setelah Yunani menjadi negara maju pertama yang mengalami gagal bayar (default) utang kepada Dana Moneter Internasional.

    Indeks acuan S&P/ASX200 diperdagangkan 27,1 poin lebih tinggi pada 5.486,1 karena Yunani gagal memenuhi tenggat waktu untuk melakukan pembayaran utang 1,5 miliar euro (1,7 miliar dolar AS) kepada IMF.

    "Kegagalan Yunani untuk memenuhi batas waktu pembayaran kepada IMF terlihat sepenuhnya telah diantisipasi oleh pasar," kata kepala analis CMC Markets, Ric Spooner.

    "Acara penting berikutnya untuk pasar adalah hasil referendum hari Minggu (5 Juli 2015)," tambahnya, mengacu pada pemungutan suara yang diserukan oleh Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras tentang apakah menerima rencana reformasi dana talangan (bailout) atau tidak.

    Pada awal perdagangan, dolar Australia diambil 76,98 sen AS, dari 76,71 sen AS pada Selasa sore. Unit Australia dibeli 69,13 sen euro dari 68,72 sen euro pada Selasa (1 Juli 2015).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.