Akses Tol Cikapali Alasan Tepat Cirebon Gantikan Cilamaya  

Reporter

Truk kontainer mengangkut peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Adanya selisih penurunan ekspor-impor sebesar 0,2 persen mengakibatkan surplus sebesar USD 738,3 juta. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pelaku usaha logistik menilai saat ini Cirebon merupakan lokasi yang paling tepat sebagai pengganti pelabuhan Cilamaya yang rencananya dibangun di Kabupaten Karawang Jawa Barat namun dihentikan pelaksanaannya.

Senior Manager Logistics PT GPI Logistics Anang Hidayat di Jakarta, Selasa (30 Juni 2015), menyatakan, salah satu alasan hal tersebut, antara lain karena dibukanya jalan tol Cikapali, yang membuat akses menuju Cirebon menjadi lebih lancar dan waktu tempuh menjadi lebih singkat. "Dari sisi logistik, keberadaan Cikapali sangat mendukung. Makanya, untuk saat ini yang cukup ideal untuk menggantikan Cilamaya adalah Cirebon," katanya.

Dengan akses yang lebih mudah, lanjutnya, maka waktu tempuh bisa menjadi lebih cepat sehingga target untuk mencapai gudang pada saat "bussines hour" bisa tercapai dan mengurangi risiko keterlambatan. Menurut dia, ketepatan waktu ini penting, karena jika terlambat satu jam saja, misalnya, maka risiko "overtime cost" dan "overnight cost" menjadi lebih besar.

Selain jalan tol Cikapali, menurut dia, keberadaan fasilitas lain juga sangat mendukung jika Cirebon menjadi pelabuhan internasional menggantikan Cilamaya, diantaranya Bandara Internasional Kertajati dan keberadaan jalur kereta api.

"Keberadaan fasilitas tersebut memang diperlukan dan sangat menunjang keberadaan suatu pelabuhan," katanya.

Hal lain yang tak kalah penting, karena di Cirebon sudah terdapat pelabuhan, tambahnya, sehingga untuk membangun pelabuhan bertaraf internasional tidak perlu dimulai dari nol namun, cukup melalui pengembangan dan pendalaman pelabuhan yang sudah ada.

"Dari sisi biaya, pengembangan pelabuhan yang ada tentu lebih murah dan cepat dibandingkan harus membangun dari awal," kata Anang.

Terkait hal itu pihaknya menyatakan penentu kebijakan sudah selayaknya menjadikan Cirebon sebagai prioritas pengganti Cilamaya, meski harus diakui bahwa terdapat aspek lain yang juga bisa dijadikan pertimbangan di luar aspek transportasi itu tadi.

Anang menyatakan, penentuan lokasi pengganti Cilamaya memang sangat mendesak, alasannya, untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah "over load" atau kelebihan daya tampung.

"Dengan adanya pengganti Cilamaya maka biaya logistik dari aspek transportasi bisa semakin ditekan," katanya.

Sementara Manajer Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Ode Rakhman mengatakan, lokasi manapun yang akan dipilih, hendaknya sudah lulus kajian dan memenuhi syarat lingkungan hidup dan sosial masyarakat setempat.

"Jika sudah memenuhi syarat, silakan saja mana yang bisa dipilih," katanya.

Menurut dia, salah satu yang harus menjadi perhatian adalah potensi penambahan beban yang sudah ada di calon lokasi yang akan dipilih, apakah selama ini sudah menjadi area eksploitasi penambangan atau tidak, serta seberapa besar tingkat pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Di pesisir selatan Pulau Jawa, misalnya, selama ini banyak terjadi eksploitasi pasir besi oleh penambang setempat, tambahnya, jika kemudian terdapat pembangunan pelabuhan bertaraf internasional, sudah barang tentu akan menambah beban lokasi dimaksud.

Sedangkan pesisir utara seperti Indramayu dan Subang, biasanya beban yang ada berupa pembangunan infrastruktur dan reklamasi.

Jika pada lokasi tersebut dipaksakan pembangunan pelabuhan pengganti Cilamaya, maka akan menambah beban ekosistem bagi lokasi tersebut.

"Oleh karena itu jika pemerintah cerdas seharusnya menjadikan persoalan lingkungan hidup tersebut sebagai salah satu materi kajian," kata Ode.

ANTARA






KPK Ungkap Sulitnya Lakukan Pencegahan Korupsi di Pelabuhan

5 hari lalu

KPK Ungkap Sulitnya Lakukan Pencegahan Korupsi di Pelabuhan

KPK menemukan ada 16 entitas yang hidup di pelabuhan. Dampaknya adalah lambannya proses administrasi barang di pelabuhan.


Siapkan Angkutan Lebaran 2023, ASDP Tambah Lahan Parkir dan Tingkatkan Fasilitas

10 hari lalu

Siapkan Angkutan Lebaran 2023, ASDP Tambah Lahan Parkir dan Tingkatkan Fasilitas

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan peningkatan sejumlah fasilitas di Pelabuhan Merak, Banten, menjelang angkutan Lebaran 2023.


Sri Mulyani: NLE Ditargetkan Ada di 14 Pelabuhan

11 hari lalu

Sri Mulyani: NLE Ditargetkan Ada di 14 Pelabuhan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan NLE ditargetkan terimplementasi di 14 pelabuhan dan bandara Indonesia.


5 Unit Bus Listrik PTBA Mulai Beroperasi di Pelabuhan Tarahan

11 hari lalu

5 Unit Bus Listrik PTBA Mulai Beroperasi di Pelabuhan Tarahan

Anggota Holding BUMN pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam (PTBA) dilaporkan telah mengoperasikan lima unit bus listrik di Pelabuhan Tarahan, Lampung.


Dana Alokasi Khusus Kemenhub Tahun Ini Fokus Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan

21 hari lalu

Dana Alokasi Khusus Kemenhub Tahun Ini Fokus Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai Dana Alokasi Khusus (DAK) khususnya bidang transportasi perairan merupakan instrumen penting.


Arus Peti Kemas Pelindo Meningkat Sepanjang 2022

24 hari lalu

Arus Peti Kemas Pelindo Meningkat Sepanjang 2022

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menyatakan arus peti kemas tumbuh 1,08 persen di tengah dinamika global dan lokal sepanjang 2022.


Jamaika Menyita 1.500 Kilogram Kokain

24 hari lalu

Jamaika Menyita 1.500 Kilogram Kokain

Jamaika melacak sebuah kapal kargo yang membawa kokain seberat 1.500 kilogram atau senilai Rp 1 triliun lebih. Namun belum ada pihak yang ditahan.


Kunjungi Pulau Enggano, Menhub Minta Pelabuhan dan Bandara Terus Dikembangkan

25 hari lalu

Kunjungi Pulau Enggano, Menhub Minta Pelabuhan dan Bandara Terus Dikembangkan

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Pulau Enggano dapat diakses melalui udara dan laut.


Kadin Dukung Gelaran BIMP-EAGA Maritime 2023: Tingkatkan Potensi Laut RI

27 hari lalu

Kadin Dukung Gelaran BIMP-EAGA Maritime 2023: Tingkatkan Potensi Laut RI

TEMPO.CO, Jakarta- Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia mendukung penuh acara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Maritime 2023. Acara tersebut akan diselenggarakan oleh PT. Pelindo mulai 21-23 Februari 2023 di JW Marriott Hotel, Jakarta Selatan.


Massa Pekerja Pelabuhan Marunda Demo di Balai Kota DKI, Tuntut PT KCN Beroperasi Kembali

27 hari lalu

Massa Pekerja Pelabuhan Marunda Demo di Balai Kota DKI, Tuntut PT KCN Beroperasi Kembali

Sekelompok massa pekerja Pelabuhan Marunda demo di Balai Kota DKI mendesak PT KCN beroperasi kembali. Polusi debu batu bara terus terjadi.