Kunjungan Turis Asing Naik 5,47 Persen, Singapura Terbanyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing berfoto di depan Tank Leopard yang dipajang di kawasan Monas, Jakarta, 29 Agustus 2014. Kendaraan tempur milik TNI AD tersebut dipajang untuk memeriahkan kegiatan Independence Day Run 2014 yang akan dibuka langsung oleh Presiden SBY pada 31 Agustus. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wisatawan asing berfoto di depan Tank Leopard yang dipajang di kawasan Monas, Jakarta, 29 Agustus 2014. Kendaraan tempur milik TNI AD tersebut dipajang untuk memeriahkan kegiatan Independence Day Run 2014 yang akan dibuka langsung oleh Presiden SBY pada 31 Agustus. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik 5,47 persen pada Mei 2015 dengan total 793.500 kunjungan. 

    Dalam konferensi pers soal inflasi Juni 2015 yang berlangsung hari ini, 1 Juli 2015, di Badan Pusat Statistik, Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah kunjungan Mei 2015 naik dari bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.  

    BPS memaparkan, dari 793.500 kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2015, 18,03 persen di antaranya berasal dari Singapura, disusul Malaysia sebesar 16,44 persen, Australia 10,22 persen, Cina 9,97 persen, dan Jepang 4,44 persen.

    Meskipun terjadi kenaikan secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara melalui beberapa pintu masuk menurun. Kunjungan wisatawan mancanegara lewat Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Mei 2015 turun 7,34 persen atau 287.141 kunjungan dari bulan sebelumnya. Suryamin menjelaskan, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bali berasal dari Australia. 

    Selain Bandara Ngurah Rai, Bandara Kualanamu, Medan, juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. BPS mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2015 turun sebesar 19.781 kunjungan menjadi 17.558 kunjungan dari bulan yang sama tahun sebelumnya. 

    Suryamin menduga penurunan dari tahun sebelumnya disebabkan oleh letusan Gunung Sinabung. "Kami perkirakan karena letusan Sinabung, sehingga year-on-year turun 11,24 persen," tutur Suryamin. 

    NIBRAS NADA NAILUFAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.