Pungutan Kepabeanan dan Cukai Gunakan Kode Billing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan secara bertahap telah menerapkan kode billing untuk pembayaran pungutan kepabeanan dan cukai.

    Kode billing adalah kode pembayaran atas tagihan terkait kepabeanan dan cukai yang merupakan implementasi dari Modul Penerimaan Negara G-2 (MPN-G2).

    MPN G2 sendiri adalah sistem penerimaan negara yang menggunakan surat setoran elektronik.

    Secara nasional, kode billing akan menggantikan Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak (SSPCP) yang telah ada sebelumnya per 1 Januari 2016.

    Sebelumnya, pembayaran penerimaan negara hanya dapat dilakukan dan dianggap lunas dengan menggunakan kode billing. Dari data yang dilansir melalui laman DJBC, Senin, 29 Juni 2015, saat ini ada 41 kantor DJBC yang telah dapat menerima pembayaran dengan kode billing.

    Dengan menggunakan kode billing, pembayaran dapat dilakukan melalui ATM, Internet Banking, EDC, Teller Bank dan Kantor Pos, dan menjadi fleksibel karena pembayaran dapat dilakukan setiap hari sampai pukul 22.00 WIB.

    Sementara itu, real time dikarenakan data pembayaran dapat langsung masuk ke sistem billing DJBC, dan pengguna jasa dapat memonitor melalui portal pengguna jasa.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.