Pemudik Via Udara Diprediksi Naik 25 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton pesawat terbang saat mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu 11 Januari 2015. Rute penerbangan yang cukup padat membuat warga betah berlama-lama untuk menyaksikan aktivitas pesawat saat landing dan take off. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menonton pesawat terbang saat mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu 11 Januari 2015. Rute penerbangan yang cukup padat membuat warga betah berlama-lama untuk menyaksikan aktivitas pesawat saat landing dan take off. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Jumlah pemudik yang akan menggunakan jasa penerbangan di Bandara Haji Asan, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada musim Lebaran tahun ini diperkirakan naik 25 persen.

    "Penumpang yang akan diangkut menjelang Lebaran diperkirakan sekitar 7.000 orang. Ada kenaikan sekitar 25 persen dibanding tahun lalu," kata Kepala Kantor Kalstar Aviation Sampit Novallino di Sampit, Senin, 29 Juni 2015.

    Saat ini jumlah penumpang pesawat masih normal. Lonjakan arus mudik melalui jalur udara ini diperkirakan akan terjadi mulai H-5 hingga H-1 Lebaran. Sebagian masyarakat, khususnya yang bekerja di perusahaan, diperkirakan baru mudik setelah menerima tunjangan hari raya.

    Rute yang diperkirakan jumlah penumpangnya meningkat signifikan adalah Sampit-Semarang. Penyebabnya, sebagian besar pemudik merupakan karyawan perkebunan yang melewati rute ini untuk mudik ke kampung halaman mereka di Jawa.

    Untuk mengimbangi lonjakan penumpang, Kalstar menambah jadwal penerbangan untuk rute Sampit-Semarang dan sebaliknya. Tambahan penerbangan untuk tujuan Semarang dijadwalkan pada 7, 9, 11, 14, dan 16 Juli 2015. Sedangkan penerbangan tambahan saat arus balik dijadwalkan pada 21, 23, dan 25 Juli mendatang.

    Kalstar juga tetap melayani rute Sampit-Jakarta dan Sampit-Surabaya. Hingga kini, pemesanan tiket untuk dua rute ini relatif normal dan masih tersedia kursi kosong. 

    "Kursi masih tersedia, tapi memang harganya Rp 1-1,4 juta," tutur Novallino.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.