Jelang Lebaran, Produsen Tahu Tuna Pacitan Perbanyak Stok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memotong tahu di pabrik tahu rumahan di Jakarta, 10 Juni 2015. Pengrajin tahu/tempe di pabrik rumahan tersebut gunakan bahan baku kedelai impor. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja memotong tahu di pabrik tahu rumahan di Jakarta, 10 Juni 2015. Pengrajin tahu/tempe di pabrik rumahan tersebut gunakan bahan baku kedelai impor. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COPacitan - Produsen tahu tuna di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menambah jumlah produksi menjelang datangnya hari raya Idul Fitri. Permintaan konsumen terhadap tahu tuna diprediksi meningkat seiring dengan tradisi masyarakat pulang kampung saat hari raya. 

    "Sejak awal puasa, kami sudah menambah produksi untuk stok Lebaran yang ditargetkan 10 ribu bungkus," kata Widat Mardika, karyawan bagian pemasaran tahu tuna merek Eza Mandiri di Lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Senin, 29 Juni 2015. 

    Dalam sehari, ucap dia, produksi di tempat usaha milik Sukiran itu sebanyak 2.500 bungkus. Jumlah itu lebih banyak 500 dibanding hari biasa yang hanya 2.000 bungkus. Setiap bungkusnya berisi sepuluh potong tahu goreng yang telah diisi adonan ikan tuna dicampur dengan bumbu, yakni bawang putih, garam, merica, dan tepung tapioka.

    Menurut Widat, produk hasil olahan ikan laut itu untuk melayani permintaan konsumen yang datang langsung ke tempat produksi atau agen yang tersebar di sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. 

    "Sekarang permintaan agen sudah meningkat. Alhamdulillah, Ramadan tahun ini, kami tidak menolak order dari agen, karena perangkat dan tenaga kerja sudah ditambah untuk meningkatkan produksi," ucapnya kepada Tempo

    Situasi berbeda dialami Setya Purwaningsih, produsen tahu tuna di Desa Pucangsewu, Kecamatan Pacitan. Produk olahan ikan tuna yang dihasilkannya belum banyak dipesan konsumen. Permintaan yang biasanya datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali masih normal. "Tapi kami tetap menambah produksi untuk stok Lebaran," ujar Setya. 

    Penambahan produksi tahu tuna yang dihasilkannya sebanyak 50 bungkus per hari. Jika sebelumnya 300 bungkus, saat Ramadan ini menjadi 350 per hari. Setya tidak menargetkan hasil olahan lebih banyak lagi karena biaya produksinya melejit seiring kenaikan harga bahan baku. 

    Merica, contohnya, harga per kilogramnya kini mencapai Rp 220 ribu. Padahal sebelumnya hanya Rp 90 per kilogram. "Tenaga kerja saya juga tinggal dua. Dulu ada lima. Tapi ada yang sudah berhenti," ujarnya. 

    Pengolahan tahu tuna telah dijalankan puluhan warga Pacitan sejak beberapa tahun terakhir. Bahan baku berupa ikan tuna didapatkan dari para nelayan yang melaut di wilayah tujuh kecamatan pesisir, yaitu Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, dan Donorojo. 

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara