Pemkot Malang Kebut Revitalisasi Pasar Tradisional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria membawa bagian tubuh babi hutan di pasar tradisional Langowan, Sulawesi Utara (9/8). Pasar Langowan terkenal dengan menjual berbagai makanan ekstrim seperti anjing, kelelawar, tikus, babi hutan dan ular. Putu Sayoga/Getty Images

    Seorang pria membawa bagian tubuh babi hutan di pasar tradisional Langowan, Sulawesi Utara (9/8). Pasar Langowan terkenal dengan menjual berbagai makanan ekstrim seperti anjing, kelelawar, tikus, babi hutan dan ular. Putu Sayoga/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemkot Malang merevitalisasi pasar tradisional baik lewat APBN, APBD maupun yang dikerjasamakan dengan pihak swasta.

    Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setyanto mengatakan pada tahun ini pasar tradisional yang akan direvitalisasi hanya satu pasar, yakni Pasar Oro-oro Dowo.

    “Revitalisasi Pasar Oro-oro Dowo dibiayai APBN lewat Kementerian Perdagangan dan menelan dana Rp7 miliar,” kata Wahyu Setyanto, Senin, 29 Juni 2015

    Nantinya, pasar tersebut bakal disulap menjadi lebih representatif dan bersih. Pasar juga ditingkatkan dari lantai satu menjadi dua lantai.

    Dengan revitalisasi tersebut, diharapkan pasar bisa dioperasikan pagi dan malam karena representatif. Pada malam hari, pasar akan digunakan untuk kegiatan kuliner.

    “Jadi revitalisasi pasar Oro-oro Dowo itu merupakan proyek pemerintah pusat, yang mengerjakan otomatis juga pemerintah pusat,” ujarnya.

    Pihaknya juga menyiapkan lokasi untuk memindahkan pedagang Pasar Oro-oro Dowo, yakni bersebelahan bersebelahan dengan pasar tersebut.

    Selain Pasar Oro-Oro Dowo, tahun ini Pasar Kedungkandang direvitalisasi lewat dana alokasi khusus senilai Rp1,8 miliar,

    Jumlah pasar tradisional di Kota Malang saat ini sebanyak 29 pasar. Dari 24 pasar, hanya 1 pasar yang kondisinya bagus, yakni Pasar Madyopuro dan sisanya memprihatinkan.

    Empat pasar, yakni Pasar Besar, Pasar Blimbing, Gadang, dan Dinoyo yang revitalisasi telah dikerjsamakan dengan swasta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.