Menteri Hanif Minta THR Dibayarkan 2 Pekan Sebelum Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, mengangkat kepalan tangannya bersama  buruh dari sejumlah serikat saat peringatan Hari Buruh Internasional di Silang Monas, Jakarta, 1 Mei 2015. Pada aksi ini para buruh menuntut pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan para buruh. Tempo/Dian triyuli handoko

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, mengangkat kepalan tangannya bersama buruh dari sejumlah serikat saat peringatan Hari Buruh Internasional di Silang Monas, Jakarta, 1 Mei 2015. Pada aksi ini para buruh menuntut pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan para buruh. Tempo/Dian triyuli handoko

    TEMPO.COPalangkaraya - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta pengusaha untuk segera membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat dua pekan sebelum Lebaran. Hal ini perlu dilakukan agar pekerja mereka bisa leluasa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

    Seruan ini disampaikan Hanif di hadapan jajaran direksi dan ratusan buruh kelapa sawit PT Graha Inti Jaya di Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, seusai berbuka puasa bersama buruh, Jumat malam, 26 Juni 2014.

    "Memang di peraturan menteri seharusnya paling perusahaan bayar THR sepekan sebelum Lebaran. Namun saya meminta dua pekan sebelum Lebaran. Toh, sepekan dengan dua pekan sama saja, harus dibayarkan," kata politikus PKB ini.

    Menurut Hanif, pembayaran ini perlu dilakukan lebih cepat agar para pekerja atau buruh bisa lebih leluasa menggunakan THR untuk pulang kampung dan lainnya.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?