Cina Berencana Investasi Kebun Singkong di Ketapang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kabupaten Ketapang mulai mendorong investasi yang mengarah pada industri pengolahan pangan. Salah satunya dengan membuka perizinan untuk bisnis lahan perkebunan singkong beserta pabrik tepung tapioka.

    Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ketapang Alexander Wilyo mengatakan sudah ada investor dari Cina, yaitu PT Thian Yuan Agriculture Technology Trading, yang memasukkan permohonan lahan tanaman khusus singkong seluas 1.000 hektare di Ketapang, Kalimantan Barat.

    “Izin permohonan lahan kebun singkong PT Thian Yuan dengan nomor PT/0001/2015, kemudian mereka mengajukan izin juga untuk lahan khusus pabrik tepung tapioka seluas 30 hektare dengan nomor PT/0002/2015,” kata Alexander, Jumat, 26 Juni 2015.

    Alex mengatakan PT Thian Yuan hendak membuka lahan tanaman singkong di Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan. Adapun untuk pembangunan pabrik tapioka berlokasi di kawasan industri Tembilok, Kecamatan Muara Kayong.

    Dari pemaparannya kepada Bisnis.com, perusahaan tersebut telah memiliki perkebunan dan pabrik pengolahan singkong di Provinsi Guanxi, Cina. Di provinsi tersebut juga terdapat perkebunan dan pabrik olahan pipilan jagung yang menjadi skala besar.

    Selain investor dari luar negeri, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga tidak menutup keran investasi dari dalam negeri. Sebab, saat ini pemerintah terus menggalakkan masuknya investor yang bergerak pada sektor ketahanan pangan.

    Alexander mengatakan saat ini Kabupaten Ketapang masih memiliki banyak lahan tidur yang belum digarap secara optimal guna meningkatkan nilai tambah masyarakat serta sebagai pendapatan daerah. “Dengan adanya pemodal besar pada sektor pangan, maka masyarakat Ketapang memiliki banyak pilihan lapangan pekerjaan, seperti usaha restoran dan jasa penginapan. Juga akan muncul dan tenaga kerja di perkebunan dan pabrik itu,” ujarnya.

    Dia mengatakan bahwa mengandalkan masyarakat membuka lahan tidak produktif menjadi produktif sangatlah sulit. Karena itu, perlu mendatangkan investor yang memiliki modal besar.

    Menurut dia, dengan memberikan peluang pada sektor hortikultura sekaligus juga mendukung program Presiden Joko Widodo yang menyarankan setiap daerah memiliki wilayah yang peduli terhadap kemandirian pangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).