Pemkot Bekasi Canangkan Sampah Jadi Tenaga Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja berjalan di luar fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh NPP-2. Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menawarkan kepada Mesir untuk membantu membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Rusia, 3 Juni 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    Para pekerja berjalan di luar fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Novovoronezh NPP-2. Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menawarkan kepada Mesir untuk membantu membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Rusia, 3 Juni 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi menargetkan akan ada tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari pemanfaatan sampah di TPA Sumurbatu menjadi tenaga pembangkit listrik.

    Abdillah, Kepala Dinas Kebersihan Pemkot Bekasi, mengatakan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemanfaatan sampah akan memberikan nilai tambah bagi PAD Kota Bekasi, sekaligus penghematan biaya pengelolaan TPA Sumurbatu.

    Namun demikian, dia belum dapat memastikan kontribusi yang akan diberikan dari pemanfaatan sampah di TPA Sumurbatu terhadap PAD Kota Bekasi. Besaran sumbangan terhadap PAD dari TPA Sumurbatu bergantung pada nilai kontrak antara Pemkot Bekasi dan pihak ketiga.

    "Kalau besarannya berapa belum tahu. Nanti tergantung perjanjian kerja samanya," katanya, Jumat, 26 Juni 2015.

    Pemkot Bekasi telah menggandeng PT NW Industries Group untuk memanfaatkan sampah menjadi tenaga listrik. Perusahaan tersebut bersedia akan menggelontorkan dana Rp780 miliar untuk membangun empat tahap unit alat pembakar sampah menjadi tenaga listrik.

    Pemanfaatan sampah menjadi pembangkit listrik adalah zero waste, sesuai dengan Permen ESDM No. 19/2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik. Dari 2 juta kubik sampah yang ada di TPA Sumurbatu saat ini, imbuhnya, dapat menghasilkan 200 megawatt listrik.

    Abdillah mengharapkan pemanfaatan sampah menjadi tenaga listrik nantinya akan memberikan nilai tambah lainnya bagi masyarakat Kota Bekasi.

    "Kami berharap ada keuntungannya untuk kepentingan masyarakat."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.