Antisipasi Mudik, Pelindo III Sediakan 13 Terminal Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) menyiapkan 13 terminal penumpang kapal laut di wilayah kerjanya untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun 2015.

    Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menjelaskan, terminal itu tersebar di tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Belasan terminal penumpang tersebut meliputi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, ujarnya di Surabaya, Jatim, Jumat (26 Juni 2015).

    Kemudian, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jateng, Pelabuhan Benoa Bali, Pelabuhan Banjarmasin Kalsel, Pelabuhan Sampit Kalteng, Pelabuhan Kotabaru/Batulicin Kalsel, dan Pelabuhan Kumai Kalteng. Selain itu, Pelabuhan Lembar NTB, Pelabuhan Bima/Badas NTB, Pelabuhan Tenau Kupang/Kalabahi/Waingapu NTT dan Pelabuhan Maumere NTT.

    Menurut dia, kesiapan sarana dan prasarana pendukung terminal penumpang kapal laut tersebut untuk menghadapi masa angkutan Lebaran tahun 2015 ini. Untuk arus mudik pada transportasi laut diprediksi terjadi mulai "H-15" hingga "H+15" Lebaran.

    "Pada masa angkutan Lebaran 2015, jumlah pemudik yang akan memanfaatkan jasa kapal laut diperkirakan relatif stabil dengan tahun sebelumnya. Kalaupun ada kenaikan, pertumbuhannya tidak akan lebih dari satu digit," ucapnya.

    Hal itu dikarenakan, tambah dia, masyarakat memiliki alternatif moda transportasi lainnya. Khususnya masyarakat yang bekerja formal di mana mereka banyak memanfaatkan moda transportasi udara sebagai sarana angkutan mudiknya.

    "Sementara pekerja informal seperti di sektor perkebunan dan pedagang banyak yang masih memanfaatkan moda transportasi angkutan laut," tambahnya.

    Ia mencontohkan, jumlah pemudik kapal laut yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak "H-15" hingga "H+15" pada masa angkutan Lebaran 2011 tercatat sebanyak 163.480 penumpang. Pada tahun 2012 sebanyak 132.283 penumpang dan pada tahun 2013 sebanyak 152 ribu penumpang.

    "Berikutnya tahun 2014 sebanyak 149.583 penumpang," ungkapnya.

    Oleh sebab itu, kata dia, Pelindo III akan memasang tenda tambahan dan portable toilet pada beberapa terminal penumpang kapal laut yang tersebar di tujuh provinsi tersebut. Upaya itu untuk mengantisipasi membludaknya penumpang kapal laut musim mudik Lebaran 2015 mulai H-15 hingga H+15.

    "Selain itu, Direksi Pelindo III telah memerintahkan kepada para general manager di setiap pelabuhan cabang yang mengelola terminal penumpang kapal laut. Mereka diminta melakukan kegiatan perbaikan dan renovasi ruangan terminal penumpang," tuturnya.

    Dengan demikian, lanjut dia, terminal tersebut mampu dan laik untuk menampung penumpang lebih banyak daripada kapasitas yang sudah ada. Bahkan dapat menjamin kenyamanan dan bisa memanjakan para penumpang kapal laut.

    "Peningkatan jumlah penumpang kapal laut pada arus mudik dan balik yang menggunakan angkutan kapal laut, juga harus diikuti dengan upaya peningkatan pengamanan pada akses keluar dan masuk pelabuhan. Termasuk pada lokasi terminal penumpang kapal laut," pungkasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.