Hidupkan Filateli Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perangko bekas yang dijual di kios kaki lima filateli di samping gedung Filateli, Jakarta, (17/04). TEMPO/Yosep Arkian

    Sejumlah perangko bekas yang dijual di kios kaki lima filateli di samping gedung Filateli, Jakarta, (17/04). TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Kalamullah Romli meminta pemerintah daerah aktif menumbuhkan filatelis.

    "Hobi filateli harus terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri kita," katanya saat memberikan sambutan pada acara Lokakarya Filateli Nasional 2015 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (25 Juni 2015).

    Menjadi filatelis, katanya, dapat mengeksplorasi nilai seni, budaya, serta kekayaan alam termasuk flora dan fauna sehingga dapat ditetapkan menjadi sebuah perangko sesuai dengan Undang-Undang Pos. 

    Kalamullah Romli tidak menampik untuk menumbuhkan filatelis dan mempromosikan perangko merupakan tugas yang berat, karena kemudahan dan keuntungan menggunakan teknologi.

    Karena itu, kantor pos harus pandai melakukan terobosan dengan menggeser kebutuhan perangko ke arah edukasi yang kreatif. Misalnya, menggabungkan benda-benda lain, seperti wayang, kartu transportasi sehingga mampu menggambarkan sebuah cerita yang dilengkapi dengan unsur filateli dan dapat diminati kalangan muda. "Untuk menciptakan filatelis, kuncinya dapat menarik minat kalangan muda," katanya.

    Selain itu upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam menumbuhkan filatelis adalah berupaya meningkatkan gemar menulis surat dengan tulisan tangan. Ia mengatakan, menulis surat dengan tangan dan mengirim surat menggunakan perangko memiliki nilai edukasi sangat besar dibandingkan dengan teknologi.

    Menulis merupakan proses kreatif mengasah otak kanan untuk mengeluarkan ide dan pendapat, sehingga para generasi muda tidak tergantung dengan teknologi yang saat ini sangat mudah dilakukan melalui jaringan internet.

    "Di Jakarta sudah memulai program tidak mengenalkan komputer sejak dini kepada peserta didik, agar anak tidak kehilangan rasa kreatif, sosial dan seninya," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?