BPOM Temukan Minuman Buka Puasa dengan Boraks di Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan uji tes makanan yang mengandung formalin dan boraks di pusat wisata kuliner Kampung Lima, Jalan Sabang, Jakarta, 22 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan uji tes makanan yang mengandung formalin dan boraks di pusat wisata kuliner Kampung Lima, Jalan Sabang, Jakarta, 22 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang menemukan bahan minuman berbahaya dari pasar Pabukoan Imam Bonjol Kota Padang.

    Hilda Murni, Kabid Sertifikasi dan Layanan BPOM Padang, mengatakan dari hasil inspeksi mendadak tim BPOM dan Pemkot Padang ke pasar Pabukoan Imam Bonjol yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa, ditemukan beberapa jenis minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya.

    "Ada minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya. Diduga mengandung pewarna tekstil, Rodhamin B, boraks," ujarnya, Rabu, 24 Juni 2015.

    Menurutnya, BPOM memeriksa sebanyak 26 macam makanan dan minuman berwarna di pasar Pabukoan terbesar di Kota Padang itu. Sekitar dua atau tiga sampel diduga positif mengandung zat-zat berbahaya.

    BPOM, imbuhnya, sedang melakukan pengujian lebih lanjut terhadap jenis minuman berwarna tersebut. Untuk makanan dipastikan aman dan memenuhi syarat.

    "Dalam 2 hari ini hasil pengujian akan keluar," kata Hilda. Hasil uji sample tersebut akan diberikan kepada Pemkot Padang, untuk kemudian diambil langkah pembinaan bagi pedagang di pasar tersebut.

    Dia mengungkapkan makanan dan minuman yang dijual pedagang di pasar Pabukoan tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi, 3 pekan sebelum Ramadan, BPOM mengundang pedagang dan melakukan sosialisasi kebersihan makanan dan minuman.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.