Telkom-Singtel Dirikan Usaha Patungan di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilham Akbar Habibie. ANTARA/Jafkhairi

    Ilham Akbar Habibie. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) Ilham Akbar Habibie menilai tidak ada yang salah dengan rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Singapore Telecommunication Limited (Singtel) untuk membuat perusahaan patungan di Indonesia. "Keputusan Telkom itu mesti kita pandang sebagai keputusan korporasi," katanya kepada Bisnis.com, Selasa, 23 Juni 2015.

    Menurut Ilham, Telkom tidak bisa dianggap mewakili pemerintah Indonesia kendati mayoritas saham perusahaan telekomunikasi itu memang dimiliki negara. Pun begitu, imbuh dia, Singtel adalah perusahaan terbuka yang mesti dipandang sebagai sebuah entitas bisnis. "Biar pun pemerintah Singapura juga memiliki saham di Singtel," ujar putra sulung mantan Presiden B.J. Habibie ini.

    Gonjang-ganjing kolaborasi Telkom-Singtel berembus sejak awal pekan lalu. Adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengadukan Telkom ke pihak kepolisian karena operator telekomunikasi tertua di Indonesia itu dituduh akan menyimpan data pemerintah di Singapura. Tudingan itu dikaitkan dengan pembangunan pusat data ketiga Telkom di Jurong, Singapura.

    Perusahaan pelat merah itu, lewat cucu usahanya, Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd (Telin Singapore), saat ini memiliki dua pusat data di Negeri Singa. "Tidak ada sama sekali data pemerintah yang ditempatkan di Singapura. Pusat data di sana hanya ditujukan untuk menyasar perusahaan-perusahaan regional dan global yang berbasis di Singapura," kata VP Komunikasi Korporat Telkom Arif Prabowo.

    Dia mengatakan, pusat data yang dinamakan Telin-3 itu akan memberikan layanan kelas premium kepada para pelanggan. Untuk pemerintah, kata Arif, Telkom menggunakan pusat data di dalam negeri yang dikelola cucu usaha Telkom lainnya, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma).

    Telkomsigma pula yang nanti akan membentuk perusahaan patungan dengan entitas usaha Singtel, National Computer Systems Pte Ltd (NCS). Sebanyak 60 persen saham akan dipegang Telkomsigma. "Perusahaan patungan itu rencanya akan mulai beroperasi pada tahun depan," kata Arif.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.