Tahun 2016 Program Beras Rakyat Miskin Dihapus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang anak yang ikut mengantri mendapatkan jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). Setiap rumah mendapat jatah beras raskin itu sebanyak 2 kg. Warga mendapat jatah Raskin setiap satu bulan sekali. TEMPO/Prima Mulia

    Ekspresi seorang anak yang ikut mengantri mendapatkan jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). Setiap rumah mendapat jatah beras raskin itu sebanyak 2 kg. Warga mendapat jatah Raskin setiap satu bulan sekali. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski sempat menuai gelombang protes dari berbagai daerah, pemerintah tetap secara resmi mengumumkan program beras untuk masyarakat miskin (raskin) dihapuskan pada 2016.

    “Penghapusan raskin dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian gabah petani yang kualitasnya bagus. Apalagi, saat ini HPP (harga pembelian pemerintah) juga terbilang tinggi sejalan dengan gabah berkualitas bagus yang dihasilkan petani,” kata Direktur Pengadaan Bulog Wahyu, Selasa, 23 Juni 2015.

    Perum Bulog (Persero) akan mengedarkan beras medium sebagai pengganti raskin, guna menghapus citra beras untuk warga miskin berkualitas rendah.

    “Tahun depan raskin sudah tidak ada lagi. Nanti diganti beras medium dengan kualitas bagus,” ujarnya.

    Bulog berencana membagi tiga jenis beras yang akan diproduksi, yaitu beras medium, premium, dan super.

    Sebelumnya, beras raskin juga termasuk jenis beras medium. Namun, ke depan tidak lagi diberikan dalam bentuk eceran, tapi kemasan.

    “Dalam proses pengarungan beras, Bulog akan melakukan pemeriksaan saat beras dikemas. Jika sebelumnya untuk beras raskin sebanyak 15 kilogram per bulan akan dikemas,” ungkapnya.

    Dengan demikian, mulai tahun depan tidak ada lagi perbedaan antara beras raskin dan beras cadangan pemerintah ataupun beras untuk operasi pasar.

    “Semua beras Bulog berkualitas bagus dan sama. Pembedanya adalah bobot atau berat beras per kemasan. Bulog akan mengeluarkan tiga jenis beras dengan tiga kemasan, yakni berat 15 kilogram, 50 kilogram, dan 100 kilogram,” jelasnya.

    Di Jawa Timur kuota rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) raskin masih cukup banyak yakni dengan kuota beras 514.344.420 kilogram pertahun atau 42.862.035 kilogram per bulan.

    Namun, dari kuota tersebut setiap kabupaten/kota berhak untuk mengatur distribusi sesuai data terbaru yang dimiliki dari hasil verifikasi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.