Menteri Pertanian Jamin Stok Pangan Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, berdialog dengan para petani di lahan persawahan Sumberpucung, Malang, 26 Februari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, berdialog dengan para petani di lahan persawahan Sumberpucung, Malang, 26 Februari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Nganjuk - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin stok pangan pada 2015 aman karena pada Juni ini dilakukan panen padi secara nasional di lahan seluas 1,39 juta hektare.

    “Juni ini kita berhasil memanen padi pada lahan 1,39 juta hektare di seluruh Indonesia. Jadi, stok pangan berupa padi aman,” kata Amran setelah memimpin panen raya di Desa Kepanjen, Kecamaten Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2015.

    Menurut Amran, produktivitas pangan terus meningkat setelah ada dukungan kebijakan Presiden Joko Widodo, yang menggelontorkan bantuan pertanian secara besar-besaran.

    Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015, tak kurang dari Rp 16,9 triliun dianggarkan untuk membiayai pertanian. Diharapkan pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi Rp 30-45 triliun guna mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Amran menjelaskan, bantuan akan difokuskan pada pengembangan tujuh komoditas pokok, yang meliputi padi, jagung, kedelai, cabai, bawang, gula, dan daging. Tujuh komoditas itu akan dikembangkan bersama-sama, tanpa ada lagi egoisme sektoral.

    Panen raya di Nganjuk meliputi lahan seluas 218 hektare. Padi yang dipanen menggunakan bibit ciherang dan towuti. Lahan panen raya itu merupakan yang terluas secara nasional pada Juni 2015. Kabupaten Nganjuk menempati peringkat keenam dalam daftar pencapaian produksi pangan nasional dalam panen raya ini.

    Selain melakukan panen raya, Amran memberikan bantuan peralatan pertanian berupa 18 kendaraan panen (combine harvester) dan 12 pompa air. Peralatan tersebut langsung diberikan kepada kelompok tani di Nganjuk dan bisa disewakan kepada kelompok tani lain yang tak mendapat bagian.

    Dia berharap bantuan itu bisa meminimalkan biaya produksi dan mengurangi potensi kehilangan panen petani. Dia mencontohkan, memanen padi di lahan 1 hektare secara manual membutuhkan waktu hingga dua pekan. Namun waktu itu bisa dihemat menjadi setengah hari jika menggunakan combine harvester.

    Adapun potensi kehilangan produksi bisa ditekan dari 10,2 menjadi 8 persen jika panen menggunakan sistem mekanis.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.