Pabrik Gula dan Kebun Tebu di Pulau Aru Berpotensi Merusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang operator mengoperasikan roda gila untuk menggerakkan mesin uap penggiling di Pabrik Gula Toelangan, Desa Tulangan, Sidoarjo (20/8). Pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1850 ini mampu menggiling hingga 1400 ton/hari dengan jumlah produksi 1100 kuintal gula setiap harinya. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang operator mengoperasikan roda gila untuk menggerakkan mesin uap penggiling di Pabrik Gula Toelangan, Desa Tulangan, Sidoarjo (20/8). Pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1850 ini mampu menggiling hingga 1400 ton/hari dengan jumlah produksi 1100 kuintal gula setiap harinya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian diminta untuk kembali mempertimbangkan rencana pembangunan pabrik gula dan kebun tebu di Pulau Aru karena dinilai berpotensi merusak hutan alam di pulau tersebut.

    Pegiat Forest Watch Indonesia (FWI) Mufti Barri menyampaikan rencana Kementan yang ingin membangun pabrik gula tersebut berpotensi merusak seluar 730.000 hektare dan mengancam 84.000 masyarakat Kepualauan Aru.

    “Bersikukuhnya  pemerintah untuk tetap melanjutkan rencana pembangunan perkebunan tebu di Kepulauan Aru jelas memperlihatkan ketidakpedulian terhadap kelestarian hutan alam di Kepulauan Aru,” jelas Mufti melalui siaran pers yang dipublikasikan Senin, 22 Juni 2015.

    Sementara itu, menurut Abdon Nababan, Sekjend Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menilai jika direalisasikan, program Kementan tersebut bertentangan engan komitmen Kementerian LHK yang sebelumnya menyatakan komitmen tidak akan memperpanjang izin prinsip pelepasan kawasan hutan di kepulauan ini untuk dikonversi menjadi perkebunan.

    Studi FWI menunjukkan digunakannya lahan hutan alam di Pulau Aru dapat mengancam kelestarian sumber kehidupan masyarakat, terutama ketersediaan air.

    Seperti diketahui, beberapa hari lalu Kementerian Pertanian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memetakan sejumlah provinsi yang memiliki lahan potensial untuk pembangunan 10 pabrik gula.

    Dari pembahasan tersebut, Kementan-BKPM menyepakati akan memetakan areal prospektif untuk dapat dibangun pabrik gula terutama yang tersedia di tiga daerah yaitu Kepulauan Aru, Merauke, dan Sulawesi Tenggara.

    Mentan Amran pun menyampaikan Kementan kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) untuk memperhitungkan potensi lahan di luar pualu Jawa.

    “Kami tadi membahas beberapa potensi lahan untuk pembangunan pabrik gula itu di Sulawesi Tenggara, Pulau Aru, dan Merauke. Pada prinsipnya Menhut sudah setuju,” jelas Amran selepas melakukan rapat koordinasi di Kantor BKPM belum lama ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.