Bahas Illegal Fishing, Menteri Susi Menemui Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tiba jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat tersebut beragendakan membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) tahun 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tiba jelang rapat kerja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Juni 2015. Rapat tersebut beragendakan membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) tahun 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadap Presiden Joko Widodo untuk membahas penanganan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 22 Juni 2015. "Hanya melaporkan mengenai penanganan illegal fishing di mana ada lebih dari 20 ribu ton ikan disita untuk dilelang," ujar Menteri Susi Pudjiastuti seusai bertemu dengan Presiden, Senin, 21 Juni 2015.

    Masalah lain yang juga dibahas dengan Presiden adalah terkait sektor perikanan, seperti isu perbudakan dan perpajakan dari hasil tangkap. Selain itu, ujar Susi, Presiden juga membahas bagaimana dapat memajukan industri perikanan di Tanah Air.

    "Presiden gemes atas perikanan kita. Padahal kita ini kaya, tapi kok justru orang lain yang menikmati," kata Susi.

    Dia juga mengatakan bahwa untuk mengatasi illegal fishing diperlukan usaha untuk memberdayakan nelayan, seperti yang sudah berjalan baru-baru ini. "Dengan adanya usaha pemberdayaan nelayan kita, saat ini kita sudah mulai dapat menikmati hasil laut kita," ujar Susi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.