Bisnis Kambing Perah di Pandeglang, Peternak Terganjal Modal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Kabupaten Pandeglang, Banten, cocok untuk peternakan kambing perah. Pemerintah daerah memprogramkan pengembangan usaha tersebut. "Sudah ada peternakan kambing perah tapi populasinya belum banyak," kata Bupati Pandeglang, Provinsi Banten, Erwan Kurtubi di Pandeglang, Minggu, 21 Juni 2015.

    Saat ini, kata dia, peternakan kambing perah sudah ada di Kampung Pasir Peteuy, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, dan Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Kembing perah yang dikembangkan di dua lokasi itu adalah jenis etawa, dan telah berlangsung sejak 2011. Susu hasil produksinya dijual di sekitar peternakan.

    Untuk Kecamatan Banjar, kata dia, peternak difasilitasi mendapat kredit dari perbankan untuk modal usaha, jadi belum ada bantuan dari pemerintah. "Ke depan kami berharap dapat bantuan modal usaha dari pemerintah. Apalagi para peternak serius menekuni ternak kambing tersebut sehingga mau mengambil kredit untuk modal," ujarnya.

    Sedangkan peternakan di Pasir Peuteuy merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang digulirkan pada 2011. Kelompok peternak menerima bantuan Rp 100 juta dari Kementerian Pertanian. Dana tersebut, di antaranya, digunakan untuk pembelian kambing 25 ekor, rehabilitasi dan pembangunan kandang, pengadaan pakan, obat-obatan, dan kegiatan administrasi kelompok.

    Perkembangan ternak tersebut juga cukup bagus. Dari 25 ekor ternak bantuan, tidak seekor pun yang mati. Bahkan sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 50 ekor. "Kami berharap ke depan peternakan kambing perah ini dijalankan oleh masyarakat. Warga yang selama ini hanya memelihara kambing untuk pedaging bisa beralih ke peternakan kambing perah," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.